Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Libatkan Pihak Swasta untuk Kembangkan Industri Kecil

Kompas.com - 28/02/2017, 07:00 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna mengembangkan industri kecil menengah (IKM) di berbagai daerah khususnya di sentra IKM logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur, pemerintah tengah melibatkan peran dari pihak swasta. 

“Dalam upaya penguatan daya saing IKM di sentra logam Ngingas, kami menggandeng Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang selama ini berkomitmen kuat dalam pengembangan IKM di dalam negeri,” papar Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melalui keterangan resmi kepada Kompas.com, Senin (27/2/2017).

Airlangga menjelaskan, YDBA sudah melakukan banyak pembinaan di beberapa sentra IKM logam. Menurut dia, sentra industri kecil dan menengah (IKM) logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur merupakan salah satu pemasok komponen bagi perusahaan-perusahaan manufaktur besar di Indonesia.

"Berbagai produk unggulan yang dihasilkan, antara lain mesin pertanian, peralatan rumah tangga, komponen listrik dan tekomunikasi serta suku cadang kendaraan bermotor," terangnya.

Menurutnya, keberadaan sentra yang sudah ada sejak tahun 1930-an terus memberikan kontribusi yang sangat berarti pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu juga mampu mendorong kemajuan industri dalam negeri. Untuk memenangkan pasar domestik dan ekspor, menurut Menperin, pelaku IKM nasional perlu terus meningkatkan kualitas produk dan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

“IKM harus menjaga mutu bahan baku hingga teknologi mesin dan peralatan yang akan digunakan, juga harus memperhatikan keterampilan SDM yang bekerja,” sebutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Perindustrian memiliki berbagai program kegiatan yang menunjang, seperti program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, di mana mereka bisa mendapatkan potongan harga atas mesin dan peralatan produksi yang dibelinya.

Selain itu, Kemenperin juga memberikan bimbingan teknis serta fasilitasi sertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditujukan bagi para SDM IKM.

“Untuk mempermudah IKM dalam mendapatkan akses bahan baku, kami menginisiasi terbentuknya material center yang diharapkan dapat menjadi jalan keluar bagi IKM yang selama ini menghadapi kendala berupa pengadaan bahan baku,” jelas Airlangga.

Menperin berharap, pelaku IKM nasional dapat memanfaatkan program-program tersebut guna meningkatkan daya saing.

Kompas TV Baru 10% UKM yang Manfaatkan Teknologi Digital

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Whats New
Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Whats New
Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Spend Smart
Kadin Proyeksi Perputaran Uang Saat Ramadhan-Lebaran 2024 Mencapai Rp 157,3 Triliun

Kadin Proyeksi Perputaran Uang Saat Ramadhan-Lebaran 2024 Mencapai Rp 157,3 Triliun

Whats New
Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas Komersialisasi Migas

Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas Komersialisasi Migas

Whats New
Ratusan Sapi Impor Asal Australia Mati Saat Menuju RI, Badan Karantina Duga gara-gara Penyakit Botulisme

Ratusan Sapi Impor Asal Australia Mati Saat Menuju RI, Badan Karantina Duga gara-gara Penyakit Botulisme

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com