Senin, 27 Maret 2017

Ekonomi

Cek Informasi Ini Sebelum Beli Sukuk Ritel SR-009

Selasa, 28 Februari 2017 | 20:29 WIB
KONTAN/BAIHAKI Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia kembali menerbitkan Sukuk Negara Ritel dengan seri SR-009 pada tahun 2017 ini. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memperoleh pendanaan APBN 2017.

"Dengan membeli Sukuk Ritel, maka Anda telah memilih instrumen investasi yang aman, namun juga sangat berguna bagi masyarakat karena ikut membiayai proyek pembangunan kita, seperti pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas air bersih, irigasi, pelabuhan laut dan airport, dan pembangunan lainnya," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam akun Instagram pribadinya.

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari situs resmi Kementerian Keuangan, Selasa (28/2/2017), berikut ini adalah beberapa informasi penting yang patut Anda ketahui sebelum membeli Sukuk Ritel SR-009.

Penerbit SR-009 adalah pemerintah Indonesia melalui perusahaan penerbit SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). Masa penawaran SR-009 adalah pada 27 Februari sampai 17 Maret 2017.

Penerbitan SR-009 dilakukan pada 22 Maret 2017 dan akan jatuh tempo pada 10 Maret 2020. Minimum pemesanan adalah Rp 5 juta dan kelipatannya, serta maksimum Rp 5 miliar.

Struktur akad SR-009 adalah SBSN Ijarah asset to be leased. SR-009 dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradable) setelah satu periode imbalan atau setelah 10 April 2017.

Underlying asset SR-009 adalah proyek atau kegiatan APBN tahun 2017 dan barang milik negara. Sementara itu, imbalan yang diperoleh mencapai 6,9 persen per tahun dan dibayarkan setiap tanggal 10 per bulan dalam jumlah tetap.

Ada 22 perusahaan yang menjadi agen penjual SR-009 pada tahun ini. Perusahaan tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Selain itu, ada pula PT Bank Syariah Mandiri, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd, PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank ANZ Indonesia, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, PT Bank Mega Tbk, Standard Chartered Bank, PT Bank PAN Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, PT Bank Commonwealth, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Bank BRI Syariah, PT Bank DBS Indonesia, dan Citibank NA.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : M Fajar Marta
TAG: