Pemerintah Rintis Pembangunan SMK Perfilman - Kompas.com

Pemerintah Rintis Pembangunan SMK Perfilman

Kompas.com - 06/03/2017, 22:00 WIB
Kristian Erdianto Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (8/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan merintis sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang perfilman pada tahun ini. Target baru ini bertujuan untuk memastikan tersedianya tenaga terampil di bidang perfilman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pihaknya ingin agar perfilman bangkit. Jika sudah bangkit maka kebutuhan akan insan perfilman semakin besar.

"Untuk itu, kami memastikan tersedianya tenaga terampil yang menopang pertumbuhan industri perfilman di Tanah Air," ujar Muhadjir Effendy di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Mendikbud mengatakan sudah ada beberapa sekolah kejuran dibidang perfilman yang dirintis di beberapa kota. Selain merintis SMK perfilman, pihak Kemendikbud juga sebelumnya juga menyediakan studio mini di sekolah-sekolah.

"Anggaran untuk perfilman juga kami tingkatkan dua kali lipat pada tahun ini," lanjut dia.

Anggaran untuk perfilman pada 2016 sebelumnya sebesar Rp 50 miliar dan pada 2017 ini meningkat menjadi Rp 90 miliar.

Mendikbud juga mengatakan bahwa pihaknya berupaya untuk meningkatkan literasi perfilman di Tanah Air, sehingga timbul rasa menghargai karya-karya seni sejak dini.

"Dalam jangka panjang, akan ada pemisahan film anak dan dewasa. Ke depan, film anak diperbanyak dan kami akan menentukan media apa untuk menyampaikan pesan," lanjut Muhadjir.

Sementara itu, aktor senior Slamet Rahardjo mengatakan sampai saat ini sekolah film masih soal warisan. Dengan kata lain jika orang tuanya juru kamera maka anaknya pun banyak yang menjadi juru kamera.

"Sekolah film sampai saat ini tidak ada, namun yang berbakat banyak," kata dia.

Slamet berharap jangan sampai uang yang dialokasikan pemerintah untuk perfilman terbuang sia-sia dan tidak mengakomodasi bakat-bakat terpendam.

"Film Indonesia sangat penting karena film tersebut dibuat oleh orang Indonesia dengan pemikiran Indonesia," pungkas Slamet.

Kompas TV Ahok Nobar Film "Soekarno" bareng Pendukungnya

EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X