Wika Beton Bidik Proyek Pembangkit Listrik dan Kilang Rp 1,89 Triliun - Kompas.com

Wika Beton Bidik Proyek Pembangkit Listrik dan Kilang Rp 1,89 Triliun

Estu Suryowati
Kompas.com - 13/03/2017, 20:55 WIB
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Jajaran Direksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS Tahunan) tahun 2016, di Jakarta, Senin (13/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) pada tahun ini menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 6,29 triliun, atau tumbuh 4,8 persen dari realisasinya tahun lalu yang mencapai Rp 6,01 triliun.

Direktur Pemasaran Wika Beton Kuntjara mengatakan, dari total target Rp 6,29 triliun itu, perseroan membidik 30 persen di antaranya berasal dari proyek-proyek sektor energi.

"Ada dari power plant, kilang," kata Kuntjara ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Menurut Kuntjara, adanya proyek Refinery Development Masterplan Program (RDMP) Refinery Unit (RU) V Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) menjadi peluang untuk mencapai target. "RDMP Balikpapan, lagi tender, itu yang kita kejar," kata Kuntjara.

Induk Wika Beton, yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sendiri telah terpilih sebagai pelaksana proyek pembangunan kilang Balikpapan.

(Baca: Pertamina Tetapkan Wika sebagai Pelaksana Proyek Kilang di Balikpapan)

Selain kilang Balikpapan, Kuntjara juga menyampaikan perseroan tengah menyiapkan desain untuk mengikuti tender kilang Tuban ekspansi (TPPI). Bahkan ia juga berharap bisa mengikuti tender New Grass Root Refinery (NGRR) Bontang.

Sementara itu, untuk proyek pembangkit listrik (power plant), Kuntjara menuturkan, saat ini Wika Beton telah mengantongi kontrak untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi, PLTU Tanjung Jati, PLTU Muara Karang Ekspansi, dan PLTU Lontar Ekspansi.

"Yang besar itu Cilacap. Tahap satu saja kami sudah terima Rp 125 miliar. Tanjung Jati Rp 50 miliar, Lontar Rp 40 miliar, dan Muara Karang Rp 30 miliar," kata Kuntjara.

PenulisEstu Suryowati
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X