Senin, 27 Maret 2017

Ekonomi

Menkop: Koperasi dan UKM di Kawasan Mandalika Harus Dikembangkan

Senin, 13 Maret 2017 | 21:10 WIB
Dok Kemenkop Menkop AAGN Puspayoga saat memberikan pelatihan kepada koperasi dan UKM di kawasan wisata Mandalika Lombok Tengah, NTB, Senin (13/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan dengan potensi pariwisata yang besar di kawasan Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) perlu dikembangkan.

Menurut dia, peran pemerintah diperlukan dalam memberikan pelatihan sekaligus akses pembiayaan pelaku usaha di lokasi wisata. Karena pelatihan tanpa diberikan akses pembiayaan tidak akan menghasilkan.

"Dilatih tanpa pembiayaan akan sia-sia, begitu juga pembiayaan tanpa pelatihan juga tidak menghasilkan apa-apa. Selanjutnya, pemasaran dari produk yang dihasilkan juga harus dipikirkan," kata Puspayoga melalui keterangan resmi, Senin (13/3/2017).

Puspayoga menjelaskan bahwa bila pariwisata di satu wilayah berkembang, maka otomatis kinerja UKM akan meningkat dan akan menghasilkan koperasi yang bagus.

"Kami harus memberikan pelatihan manajemen wisata yang baik, seperti membangun kuliner dan ekonomi kreatif, agar wisatawan yang datang bisa nyaman dan betah," tandas Menkop.

Selain itu, lanjut Puspayoga, selain memberikan pelatihan, pihaknya juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar Mandalika agar bisa menerima dampak yang terjadi dari pengembangan pariwisata.

"Dampak positifnya adalah ekonomi masyarakat bisa berkembang, pengangguran menurun, kesejahteraan meningkat. Dampak negatifnya diantaranya masuknya budaya luar dan peredaran narkoba. Ini yang harus kita beri pemahaman agar bisa mengantisipasi ekses negatif," tegas Puspayoga.

Menurut Menkop Puspayoga, salah satu tugas kementerian yang dipimpinnya adalah meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia.

"Saat ini, rasio kewirausahaan berdasarkan data BPS meningkat dari 1,65 persen menjadi 3,31 persen. Melampui dari target nasional sebesar 2 persen. Tentu saja hal itu harus terus dijadikan sebagai semangat untuk menambah jumlah wirausaha di Indonesia," pungkas Puspayoga.

Penulis: Pramdia Arhando Julianto
Editor : Aprillia Ika
TAG: