Agar Tak Terdampak Kenaikan Suku Bunga AS, Inflasi RI Harus Rendah - Kompas.com

Agar Tak Terdampak Kenaikan Suku Bunga AS, Inflasi RI Harus Rendah

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 17/03/2017, 18:29 WIB
KOMPAS.com/Sakina Rahma Diah Setiyawan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara

JAKARTA, KOMPAS com - Bank sentral AS Federal Reserve telah menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate sebesar 25 basis poin. The Fed pun memberi sinyal kenaikan lanjutan dari dua kali menjadi tiga kali pada tahun 2017 ini.

"The Fed sudah komunikasikan beberapa waktu yang lalu sehingga kemudian terbentuk konsensus baru bahwa kenaikan (suku bunga) The Fed tahun ini tiga kali," ungkap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara di Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Dengan perubahan konsensus tersebut, pasar pun telah melakukan penyesuaian. Maka ketika suku bunga AS naik, tidak terjadi gejolak di pasar. Bahkan, nilai tukar rupiah menguat. Sehingga, imbuh Mirza, apabila komunikasi telah dilakukan dengan baik, maka pasar dapat menerima dengan baik pula dan meresponnya dengan baik.

Meskipun demikian, Mirza menyatakan BI terus memonitor situasi yang berkembang di AS. Pasalnya, The Fed telah menyatakan suku bunga AS akan mengalami kenaikan secara gradual pada tahun ini.

Menurut Mirza, apabila Indonesia ingin tidak terdampak kenaikan suku bunga AS, maka inflasi harus dijaga agar tetap terkendali. "Harus terus memonitor situasi, kalau mau bunga kita tidak ikut naik harus bisa jaga inflasi rendah. Makanya BI cermati kondisi eksternal dan internal," tutur Mirza.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X