Senin, 27 Maret 2017

Ekonomi

Wijaya Karya Bagi Dividen Rp 303,5 Miliar

Jumat, 17 Maret 2017 | 20:52 WIB
Arimbi Ramadhiani Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016 (RUPST) PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 303,5 miliar atau sekitar 30 persen dari laba bersih tahun buku 2016 yang sebesar Rp 1,01 triliun.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Antonius N.S Kosasih mengatakan, dividen per saham yang dibagikan sebesar Rp 33,86 per lembar saham.

"Kami berbangga juga karena kami mencapai rekor Rp 1,01 triliun, untuk pertama kalinya WIKA mencapai Rp 1 triliun di 2016," kata Antonius dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang digelar pada Jumat (17/3/2017).

Antonius mengatakan, perseroan berharap dapat membukukan laba bersih lebih besar lagi di tahun-tahun mendatang. Laba bersih tahun ini juga diyakini lebih baik dibandingkan 2016, karena target kontrak baru sebesar Rp 43,24 triliun. Hingga pekan ketiga Maret perseroan sudah merealisasikan sebesar Rp 14,5 triliun.

"Artinya sekitar 34-35 persen sudah dicapai di Minggu ketiga Maret. Kami lebih cepat dari ekspektasi," kata Antonius.

Adapun pembagian dividen rencananya dilakukan 30 hari setelah hasil RUPS Tahunan dilaporkan ke otoritas bursa. Perkiraannya, dividen dibagikan kepada Negara dan pemegang saham sekitar akhir Maret atau awal April 2017.

Selain menetapkan dividen, RUPS Tahunan juga menetapkan cadangan wajib sebesar Rp 101,2 miliar, atau 10 persen dari laba bersih 2016. Sementara itu, cadangan yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp 607 miliar atau 60 persen dari laba bersih.

Dibandingkan tahun lalu, dividen yang dibagikan kali ini lebih tinggi. Tahun lalu, perseroan membagikan dividen sebesar Rp 125 miliar, atau 20 persen dari laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 625 miliar. Adapun nilai dividen per saham sebesar Rp 20,63 per lembar saham.

Kompas TV Komitmen investasi terus digali antara Indonesia dan Arab Saudi. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh perusahaan minyak dan gas Pertamina dengan Saudi Aramco. Nilai kerjasama yang mencapai 5 Miliar Dollar Amerika atau setara Rp 67 Triliun ini hanya untuk proyek kilang pemurnian milik Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah. Kesepakatan yang diberikan oleh Aramco ini di bawah kesepakatan serupa dengan petronas yang mencapai 7 Miliar Dollar Amerika Serikat. Selain Pertamina, BUMN lain yang menyepakati investasi dengan investor Arab Saudi adalah Wijaya Karya. Wika akan berekspansi ke Arab Saudi, melalui Adil Makki Contracting Company, AMCO. Sebenarnya, kerja sama semacam ini bukan hal baru. Banyak perusahaan konstruksi asal Indonesia yang mendapat proyek besar di Arab Saudi.
Penulis: Estu Suryowati
Editor : M Fajar Marta
TAG: