Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

6 Hal yang Perlu Anda Timbang Sebelum Berinvestasi

Sabtu, 18 Maret 2017 | 16:00 WIB
Thinkstock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu cara melawan inflasi atau kenaikan harga-harga barang dan jasa adalah berinvestasi. Dengan berinvestasi, Anda berkesempatan menaikkan pendapatan sehingga nilai uang Anda tidak tertelan dengan lonjakan inflasi.

Sekarang untuk memulai investasi tidak sulit. Banyak produk pasar modal seperti saham, reksadana maupun obligasi ritel yang bisa Anda pilih sebagai instrumen membiakkan uang yang tepat. Nah, sebelum memutuskan berinvestasi, ada baiknya kamu menimbang dulu enam hal berikut ini:

1. Risiko

Berinvestasi memiliki perbedaan mendasar dibandingkan sekadar menabung uang di bank. Investasi memiliki risiko kehilangan uang. Maka itu, sebelum berinvestasi, Anda perlu menimbang faktor risiko. Ketahui profil risiko Anda dan seberapa jauh toleransi Anda menghadapi penurunan modal atau hasil investasi.

2. Stabilitas

Ini terkait dengan faktor pertama. Setelah mengetahui profil risiko Anda, apakah Anda seorang konservatif, moderat atau agresif, maka penting juga untuk menimbang stabilitas sebuah produk investasi yang Anda pilih.

Nyamankah Anda dengan fluktuasi pasar yang tajam? Atau, Anda sebenarnya lebih senang menempatkan investasi dengan keuntungan sedang tetapi stabil. Itu semua akan terjawab ketika Anda mengetahui profil risiko dan produk yang tepat.

3. Keuntungan

Hukum investasi tidak berubah: high risk, high return. Semakin tinggi peluang untung, semakin tinggi pula risiko Anda buntung. Maka itu, pastikan Anda mengetahui potensi keuntungan dari sebuah produk investasi. Hindari tawaran investasi yang menjanjikan untung terlalu bombastis. Ingat selalu hukum investasi tersebut.

4. Mudah menarik dana investasi

Dana yang Anda tempatkan di produk investasi disebut modal investasi. Sedangkan hasil pengembangannya, disebut return atau imbal hasil. Sebelum memilih sebuah wahana investasi, Anda perlu melihat beberapa hal.

Misal, seberapa mudah bagi Anda kelak menarik modal investasi di tengah jalan ketika Anda membutuhkan atau ketika kondisi pasar memburuk? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencairkan dana? Apa saja persyaratannya? Dan lain sebagainya.

Pilihlah pengelola investasi yang memberikan kemudahan penarikan modal investasi, sekaligus biaya penarikan yang rendah.

5. Biaya lain-lain

Selain modal investasi, Anda perlu memastikan biaya-biaya lain seputar investasi. Misalnya, biaya pembelian, biaya pencairan dana, biaya broker, dan lain sebagainya. Semakin kecil biaya di luar modal investasi yang harus ditanam, tentu semakin efisien produk tersebut sebagai wahan investasi.

6. Diversifikasi

Dalam berinvestasi pastikan Anda memegang prinsip penting ini: jangan tempatkan telur di dalam satu wadah saja. Sebarlah investasi Anda di berbagai produk dengan beragam tingkat risiko. Ini adalah cara tepat untuk mengatur risiko investasi dan mengoptimalkan hasil. 

Editor : Aprillia Ika
Sumber: HaloMoney.co.id,
TAG: