Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

Arab Saudi dan China Masuki Jenjang Kerja Sama Strategis

Senin, 20 Maret 2017 | 14:12 WIB
NICOLAS ASFOURI / AFP Presiden China Xi Jinping dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud meninjau pasukan kehormatan di Balai Besar Rakyat di Beijing, Kamis (16/3/2017).

BEIJING, KOMPAS.com - Arab Saudi dan China dipandang baru saja memasuki tahap yang lebih maju dalam kerja sama strategis.

Hal ini diungkapkan oleh CEO raksasa manufaktur kimia Saudi Basic Industries Corporation (SABIC) Yousef Abdullah Al-Benyan.

Pada hari pertama kunjungan Raja Salman ke China, Kamis (17/3/2017) lalu, SABIC meneken kerja sama dengan BUMN China Sinopec Group untuk proyek patungan baru. Kerja sama ini pun berpotensi meningkatkan investasi pada bisnis patungan keduanya yang sudah berjalan.

"(Kunjungan Raja Salman) membawa kita ke kerja sama strategis tahap yang lebih lanjut antara Arab Saudi dan China, secara spesifik adalah antara SABIC dan Sinopec," ujar Al-Benyan seperti dikutip dari CNBC, Senin (20/3/2017).

Salah satu komponen penting dalam kerja sama SABIC dan Sinopec adalah keinginan untuk mengekspansi kolaborasi teknologi dan inovasi.

Kedua hal ini dipandang Al-Benyan sangat penting karena kalangan politik China ingin menggeser kegiatan ekonomi negara itu dari produksi produk dasar menjadi produksi produk bernilai tambah lebih tinggi.

"Saya rasa kita ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ini di China. Pada saat bersamaan, Sinopec juga memandang bahwa SABIC adalah pintu gerbang yang sangat baik untuk masuk ke Arab Saudi dalam hal investasi dan kesempatan," ungkap Al-Benyan.

Menurut dia, saat ini adalah waktu yang pas bagi perusahaan-perusahaan China untuk melirik investasi di Arab Saudi. Ini sejalan dengan rencana diversifikasi ekonomi Arab Saudi yang bertajuk Visi 2030.

Al-Benyan pun mengaku tidak akan terkejut bila akan banyak investor China yang terlibat dalam bisnis lainnya di Arab Saudi. Ini termasuk investasi pada raksasa minyak seperti Saudi Aramco dan sektor lainnya seperti konstruksi dan layanan kesehatan.

"Saya rasa akan sangat banyak kesempatan, sehingga saya tidak akan kaget jika melihat banyak perusahaan China masuk ke Arab Saudi," tutur dia.

Kamis lalu, Arab Saudi dan China meneken kerja sama dengan nilai investasi mencapai 65 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 855 triliun. Sektor kerja sama itu beragam, mulai dari energi, konstruksi, hingga antariksa.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
Sumber: CNBC,
TAG: