Home Credit Indonesia Masih Merugi pada 2016 - Kompas.com

Home Credit Indonesia Masih Merugi pada 2016

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 20/03/2017, 15:57 WIB
KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Konferensi pers Pencapaian Bisnis Home Credit Indonesia di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (20/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan pembiayaan multiguna PT Home Credit Indonesia masih mencatat kerugian pada 2016. Namun, manajemen Home Credit enggan mengungkapkan berapa besar kerugian yang diderita.

"Situasi yang sama terjadi di India dan Filipina. Butuh tiga sampai lima tahun untuk bisa mencapai break even point (BEP), kami targetkan tahun 2018 kami bisa meraih laba," jelas CEO Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler  Gaisler dalam konferensi pers di Hotel Fairmont Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurut Gaisler, Home Credit Indonesia baru berdiri pada 2013. Namun demikian, Gaisler menyatakan pihaknya optimistis bisa mencetak laba pada tahun 2017 ini.

Untuk tahun 2017, Home Credit Indonesia menargetkan bisa menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,8 triliun. Akan tetapi, perseroan optimistis dapat mengucurkan pembiayaan hingga mencapai Rp 5,1 triliun.

Adapun realisasi penyaluran pembiayaan pada 2016 mencapai Rp 1,5 triliun. Pembiayaan disalurkan untuk pembelian produk konsumsi, terutama produk elektronik.

Gaisler menyatakan, rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) pada 2016 mencapai 0,5 persen. Home Credit Indonesia menargetkan NPF tetap berada pada kisaran 0,5 persen tahun ini.

"Kami akan tetap mengelola risiko. Dalam bisnis pembiayaan, manajemen risiko adalah hal yang paling mendasar," tutur Gaisler.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X