Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

Pembebasan Lahan Tol Kunciran-Serpong Mencapai 85 Persen

Senin, 20 Maret 2017 | 16:21 WIB
ilustrasi jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembebasan lahan untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 kilometer (km) telah mencapai 85 persen. Beberapa kalangan menilai, jika tol tersebut rampung, maka pergerakan perekonomian daerah sekitar akan semakin berkembang.

"Banyak sekali pembangunan kota baru di wilayah yang berada di antara titik tujuan ruas tol tersebut. Selain yang telah ada dan terus dikembangkan seperti Karawaci, kemudian di Cikupa, juga ada kota Baru Maja," ujar Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman dalam keterangannya, Senin (20/3/2017).

Kyatmaja menilai, selain akan meningkatkan perekonomian daerah setempat, keberadaan tol tersebut akan semakin memperlancar distribusi barang ke daerah-daerah.

"Aptrindo sangat mendukung adanya penambahan ruas tol baru. Ini artinya bisnis juga semakin efisien, kebutuhan masyarakat bisa dengan cepat dipenuhi," terangnya.

Ketua Institut Transportasi Indonesia (Instrans) Darmaningtyas menuturkan, keberhasilan pembangunan jalan tol baru termasuk ruas tol Kunciran-Serpong merupakan langkah maju, bukan hanya bagi kelancaran mobilitas masyarakat tetapi juga pembangunan wilayah.

"Pembukaan akses suatu jalan akan berdampak pada membaiknya perkembangan dan pertumbuhan ekonomi. Jalan, terutama jalan tol, itu urat nadi perekonomian," ucap Darmaningtyas.

Menurut Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia itu, penambahan jalan bisa menghemat biaya ongkos pengiriman.

"Jika tidak ada jalan tol, biaya logistik jadi mahal. Jadi tol Kunciran-Serpong sangat penting, apalagi bagian dari JORR II," pungkas Darmaningtyas.

Sekadar informasi, tol Kunciran-Serpong sepanjang 11,2 km ini akan dibangun oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yakni PT Marga Trans Nusantara dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,62 triliun.

Penulis: Iwan Supriyatna
Editor : M Fajar Marta
TAG: