Pemalsuan Bilyet Deposito, BTN Laporkan Sindikat Kejahatan Perbankan - Kompas.com

Pemalsuan Bilyet Deposito, BTN Laporkan Sindikat Kejahatan Perbankan

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 20/03/2017, 18:04 WIB
KONTAN/ Baihaki Ilustrasi. Bank BTN

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN telah melaporkan kasus dugaan pemalsuan bilyet deposito kepada Polda Metro Jaya. Tindakan kejahatan ini diduga dilakukan oleh sindikat kejahatan perbankan.

Corporate Secretary BTN Eko Waluyo mengatakan, bilyet deposito perseroan diduga telah dipalsukan kelompok yang disinyalir merupakan sindikat kejahatan perbankan.

Sindikat ini menggunakan BTN secara ilegal, menawarkan produk palsu tersebut, dan beroperasi di luar sistem BTN.

“BTN telah melaporkan pemalsuan bilyet deposito tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor TBL/5738/XI/2016/PMJ/Dit.Reskrimnus tanggal 21 November 2016,” kata Eko dalam pernyataan resmi, Senin (20/3/2017).

Hingga kini, laporan pemalsuan bilyet deposito tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Eko memastikan perseroan akan tunduk dan patuh terhadap hukum.

“BTN juga tidak akan melindungi pihak manapun yang terkait dengan tindakan penipuan tersebut,” ungkap Eko.

Eko menambahkan, perseroan pun telah menerapkan prinsip kehati-hatian dengan membentuk cadangan risiko operasional. Cadangan ini telah disampaikan dalam laporan keuangan audit tahun 2016.

Kasus dugaan pemalsuan deposito yang dilaporkan BTN tersebut bermula dari laporan tertanggal 16 November 2016. Laporan tersebut terkait kegagalan pencairan deposito sebelum jangka waktu pencairan.

Menanggapi laporan itu, BTN langsung melakukan verifikasi dan investigasi. Hasilnya, perseroan menemukan bilyet deposito tersebut secara kasat mata dinyatakan palsu.

Dari investigasi yang dilakukan perseroan juga menunjukkan produk palsu itu ditawarkan oleh sindikat oknum yang mengaku sebagai karyawan pemasaran BTN.

"Selain menawarkan produk deposito dengan tingkat bunga jauh di atas suku bunga yang ditawarkan BTN, sindikat ini juga memalsukan spesimen tanda tangan dan data korban untuk melancarkan aksinya," jelas Eko.

Kompas TV BTN Turunkan Bunga KPR Hingga "Single Digit"

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X