Hingga Maret 2017, Realisasi Anggaran Kemenperin Baru 10 Persen - Kompas.com

Hingga Maret 2017, Realisasi Anggaran Kemenperin Baru 10 Persen

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 20/03/2017, 21:30 WIB
shutterstock Ilustrasi anggaran

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) Haris Munandar mengatakan, realisasi anggaran Kemenperin Januari hingga Maret 2017 telah mencapai 10 persen dari total pagu sebesar Rp 2,82 triliun.

“Kegiatan yang tengah kami prioritaskan tahun ini adalah pelaksanaan pendidikan vokasi industri, penumbuhan populasi industri, serta pengembangan industri kecil dan mengenah (IKM),” paparnya melalui keterangan resmi, Senin (20/3/2017).

Haris menjelaskan, realisasi anggaran banyak terserap di Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka, Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Industri Kecil dan Menengah, dan pengembangan pendidikan vokasi. 

"Terserap banyak untuk program vokasi, ada program-program untuk penumbuhan industri, IKM," ujarnya.

Terkait pendidikan vokasi industri, Kemenperin mencatat, proyeksi penambahan jumlah tenaga kerja industri periode 2016-2020 rata-rata 600.000 orang per tahun.

Guna menyiapkam tenaga kerja industri yang handal, pada periode 2017-2019 sejumlah kegiatan dirancang untuk menyiapkan tenaga kerja industri tersertifikasi sebanyak 1.040.552 orang.

“Program-program tersebut perlu kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait seperti Kadin, Kemenristekdikti, dan Kemenaker,” sebut Haris.

Pada akhir Maret 2017, Kemenperin akan meluncurkan kembali program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Ditargetkan, tahap kedua ini akan dilakukan kerja sama antara 250 SMK dengan 50 industri.

”Secara bertahap nanti juga dilakukan di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten pada tahun ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, alokasi anggaran tahun 2017 untuk pengembangan SDM industri sebesar Rp 941,6 miliar, dinilai belum mencukupi sehingga akan menghambat implementasinya.

“Maka diperlukan realokasi anggaran, yang kami usulkan untuk pengembangan SDM industri sebesar Rp 131,5 miliar sehingga menjadi Rp 1,07 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut untuk mencapai target satu juta tenaga kerja kompeten hingga tahun 2019 sesuai kebutuhan dunia industri.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X