MNC Securities: IHSG Masih Mungkin Naik Didorong Faktor Eksternal - Kompas.com

MNC Securities: IHSG Masih Mungkin Naik Didorong Faktor Eksternal

Estu Suryowati
Kompas.com - 21/04/2017, 08:42 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Karyawan melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (13/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) di akhir pekan Jumat (21/4/2017) diperkirakan masih memiliki potensi kenaikan didorong faktor eksternal.

Kepala riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, indeks Dow Jones menguat 0,85 persen, dan indeks harga saham emiten asal Indonesia yang diperdagangkan di bursa Amerika Serikat I Shares MSCI Indonesia ETF (EIDO) naik 1,09 persen.

Sementara itu harga nikel juga naik 1,09 persen. “Ini menjadikan IHSG diperkirakan rebound alias menguat di hari Jumat,” kata Edwin kepada Kompas.com.

Pada penutupan perdagangan kemarin Kamis (20/4/2017) IHSG ditutup melemah tipis 11,21 poin (0,20 persen) di level 5.595,31 setelah sempat dibuka cukup optimistis di awal sesi perdagangan.

Edwin memperkirakan, pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak dalam rentang 5.572-5.641.

Sementara itu nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan berada di kisaran 13.190-13.290.

MNC Securities memberikan rekomendasi ‘buy’ untuk saham-saham TLKM, ADRO, CPIN, ISSP, BBTN, MNCN, BMTR, BHIT dan SRTG.

Rekomendasi Buy on Weakness (VBoW) atau membeli saham mendekati angka paling bawah yang di tentukan, yakni untuk saham WSKT, WIKA, PTPP, ADHI, UNTR, ASII, BBNI, dan AKRA.

"Selain itu juga untuk ITMG, JPFA, TOTL, PTBA, HRUM, SMGR, dan PGAS,” kata Edwin.

Prospek PTBA

 

Kemarin PTBA melaporkan pada tahun ini perseroan menargetkan kenaikan penjualan batu bara menjadi 27,29 juta ton atau naik 31 persen dibandingkan realisasi 2016 yang sebesar 20,75 juta ton.

Sebanyak 15,93 juta ton atau 58 persen di antaranya ditargetkan untuk pemenuhan domestik, sisanya diekspor.

PTBA menargetkan produksi sebanyak 27,09 juta ton, terdiri dari 24,07 juta ton berasal dari produksi sendiri, dan sisanya dari pembelian batu bara.

Target produksi ini naik 30 persen dari realisasi 2016 yang sebesar 20,82 juta ton.

(Baca: Anies-Sandi Menang, Saham-saham HT dan Sandiaga Uno Bakal "Terbang"?)

 

PenulisEstu Suryowati
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X