Ini Tujuh Kontrak Kerja Sama Indonesia - AS - Kompas.com

Ini Tujuh Kontrak Kerja Sama Indonesia - AS

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 21/04/2017, 22:09 WIB
KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyaksikan tujuh penandatanganan kerja sama antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung saat kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence ke Jakarta.

"Tujuan kunjungan Mike Pence antara lain, memperdalam hubungan ekonomi, meningkatkan kerja sama untuk keamanan regional, serta meningkatkan hubungan antar masyarakat," kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Sujatmiko dalam keterangan resminya, Jumat (21/4/2017).

Adapun tujuh penandatanganan kerjasama yang disaksikan oleh Menteri ESDM diantaranya:

1. Kerjasama PT PLN (Persero) dengan PowerPhase untuk pemasangan TurboPhase booster system pada PLTG. Teknologi tersebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi, dan memperbesar output listrik yang dihasilkan.

2. Kerjasama PT PLN (Persero) dengan Applied Material untuk memasang Fault Current Limiter yang dapat mengurangi Fault Current Levels di jaringan listrik Jawa Barat. Applied Materials berkeinginan untuk melakukan FS untuk teknologi ini pada gardu induk 500 kw.

3. Kerjasama PT PLN (Persero) dengan Halliburton untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Tulehu Ambon serta strategi jangka panjang untuk pengembangan panas bumi.

4. Kerjasama Greenbelt Resource dengan Jababeka Infrastructure untuk pengembangan fasilitas waste to resource di Jababeka yang akan disebut JababECO.

5. Kerjasama TNI Angkatan Udara Indonesia dengan Lockheed Martin, terkait teknologi Sniper Advanced Targeting Pods (ATP).

6. Kerjasama Honeywell dengan PT Dirgantara Indonesia (Persero) untuk penyediaan 34 mesin turboprop TPE331.

7. Kerjasama NextGen dengan Pemerintah Samarinda untuk proyek low carbon waste to electricity.

"ExxonMobil akan menandatangani kontrak penjualan LNG sebanyak 1 juta ton per tahun dengan PT Pertamina (Persero) selama 20 tahun yang akan berlaku pada tahun 2025," tutur Sujatmiko.

Dalam kesempatan tersebut, diumumkan juga kerja sama yang telah ditandatangani sebelumnya, yaitu, kerjasama General Electric (GE) dengan PLN terkait pengadaan turbin yang paling efiesien, dan membantu menekan harga serta mereduksi emisi karbon serta kerja sama Ormat Technologies dengan PLN dalam penyelesaian PLTP Sarulla 3x110 MW dengan total investasi sekitar 1,7 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

PenulisIwan Supriyatna
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X