Menhub: Tarif LRT Rp 12.000 per Penumpang Belum Final - Kompas.com

Menhub: Tarif LRT Rp 12.000 per Penumpang Belum Final

Achmad Fauzi
Kompas.com - 25/04/2017, 18:43 WIB
Achmad Fauzi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (25/4/2017). 

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan tarif kereta api ringan atau Light Rail Transit ( LRT)  Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi ( Jabodetabek) belum bisa dipastikan.

Menurut Budi, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih terus mengkaji tarif LRT dengan pemangku kepentingan terkait. 

"Jadi Rp 12.000 itu baru kira-kira. Bisa aja nanti kemahalan, nanti kita akan survei lagi," ujar Budi Karya saat ditemui di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Selasa (25/4/2017). 

Budi Karya menuturkan, Kemenhub akan melakukan survei terkait dengan kemampuan masyarakat untuk membayar tarif LRT. Dengan begitu, kata dia, pemerintah akan mendapatkan tarif yang sesuai dengan kemampuan masyarakat. 

"Kita akan lakukan survei berapa kemampuan masyarakat. Sehingga nantinya kita dapat menemukan angka," kata mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero). 

Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Kelayakan Jalan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Jumardi mengatakan, pembahasan tarif telah dilakukan dengan Menko Kemaritiman.

Ada tiga tarif yang dikaji yakni Rp 10.000, Rp 12.000 dan Rp 15.000. Dari hasil pembahasan tersebut, diputuskan tarif sementara sebesar Rp 12.000. Dengan tarif tersebut, pemerintah harus memberikan subsidi yang cukup besar.

Jumardi menjelaskan, dalam perhitungan awal Kemenhub sebelumnya, tarif LRT untuk lintasan Cibubur-Cawang-Dukuh Atas mencapai sekitar Rp 40.000 per orang.

Saat ini pembangunan proyek LRT masih menghadapi sejumlah kendala terutama dari sisi pendanaan. Payung hukum penyelengggaraan proyek ini masih dalam proses revisi karena adanya perubahaan skema pendanaan.

PenulisAchmad Fauzi
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X