Maret 2017, Suku Bunga Kredit Mencapai 11,90 Persen - Kompas.com

Maret 2017, Suku Bunga Kredit Mencapai 11,90 Persen

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 28/04/2017, 21:38 WIB
worldpropertychannel.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan, penurunan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan untuk beberapa tenor masih berlanjut.

Pada Maret 2017, rata-rata suku bunga kredit tercatat sebesar 11,90 persen. Angka tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 11,97 persen.

Demikian halnya dengan suku bunga simpanan dengan tenor tiga dan enam bulan masing-masing turun dari 6,74 persen dan 7,07 persen menjadi 6,69 persen dan 7,03 persen.

"Namun, suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 1 bulan meningkat dari 6,42 persen menjadi 6,44 persen, sementara suku bunga simpanan berjangka dengan tenor 12 bulan tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya yakni sebesar 7,10 persen," tulis BI dalam pernyataan resmi, Jumat (28/4/2017).

Sementara itu, pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Maret 2017. Posisi M2 tercatat sebesar Rp 5.017,0 triliun atau tumbuh 10 persen secara tahunan (yoy), lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 9,2 persen (yoy).

Berdasarkan komponennya, peningkatan pertumbuhan M2 bersumber dari komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham yang masing-masing tumbuh 8,6 persen (yoy) dan 33,1 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan Februari 2017 yang tercatat masing-masing sebesar 7,3 persen (yoy) dan 6,1 persen (yoy).

"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan pertumbuhan M2 dipengaruhi oleh akselerasi pertumbuhan kredit perbankan," jelas BI.

Kredit yang disalurkan perbankan pada akhir Maret 2017 tercatat sebesar Rp 4.395,4 triliun atau tumbuh 9,1 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibandingkan bulan Februari 2017 yang tumbuh sebesar 8,4 persen (yoy).

"Akselerasi pertumbuhan kredit tersebut terutama terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI)," ungkap bank sentral.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X