Kuartal I 2017, Defisit Transaksi Berjalan RI 1 Persen dari PDB - Kompas.com

Kuartal I 2017, Defisit Transaksi Berjalan RI 1 Persen dari PDB

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 12/05/2017, 18:59 WIB
KOMPAS IMAGES Gedung Bank Indonesia di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit Indonesia pada kuartal I 2017 mencapai 2,4 miliar dollar AS atau 1 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Angka ini naik dibandingkan 2,1 miliar dollar AS atau 0,9 persen dari PDB pada kuartal IV 2016.

Meskipun demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan defisit pada kuartal I 2016 yang mencapai 4,7 miliar dollar AS atau 2,1 persen dari PDB.

"Peningkatan defisit transaksi berjalan pada kuartal I 2017 terutama akibat naiknya defisit neraca perdagangan migas dan pendapatan primer," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara dalam pernyataan resmi, Jumat (12/5/2017).

Tirta menjelaskan, peningkatan defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi naiknya harga minyak dunia di tengah penurunan lifting minyak.

Adapun kenaikan defisit neraca pendapatan primer mengikuti jadwal pembayaran bunga surat utang pemerintah yang lebih tinggi dan meningkatnya pembayaran pendapatan investasi langsung.

Peningkatan defisit transaksi berjalan lebih lanjut tertahan kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas yang ditopang meningkatnya ekspor nonmigas.

Ini sejalan dengan berlanjutnya kenaikan harga komoditas dan menurunnya defisit neraca jasa terutama karena naiknya surplus jasa perjalanan.

Sementara itu, surplus neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2017 tercatat sebesar 4,5 miliar dollar AS. Angka ini relatif sama dengan kuartal sebelumnya.

Tirta menjelaskan, surplus NPI ditopang tingginya surplus transaksi modal dan finansial yang melampaui defisit transaksi berjalan.

Surplus NPI mendorong peningkatan posisi cadangan devisa dari 116,4 miliar dollar AS pada akhir kuartal IV 2016 menjadi 121,8 miliar dollar AS pada akhir kuartal I 2017.

"Meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian," jelas Tirta.

Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I 2017 mencapai 7,9 miliar dollar AS, lebih besar dibandingkan surplus pada kuartal IV 2016 yang sebesar 7,6 miliar dollar AS maupun surplus pada kuartal I 2016 yang sebesar 4,2 miliar dollar AS.

Peningkatan ini terutama didorong derasnya aliran masuk modal investasi portofolio pada instrumen berdenominasi rupiah (SUN, SPN, dan saham) dan adanya penerbitan sukuk global pemerintah.

 

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorM Fajar Marta
Komentar
Close Ads X