Simak Resep agar Koperasi Bisa Punya Toko Ritel Modern - Kompas.com

Simak Resep agar Koperasi Bisa Punya Toko Ritel Modern

Yoga Sukmana
Kompas.com - 15/05/2017, 10:42 WIB
KOMPAS.com / ANDI HARTIK Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

KARAWANG, KOMPAS.com - Inovasi baru pengembangan koperasi hadir di Karawang, Jawa Barat. Mereka dengan berani mendirikan perusahaan dengan nama PT Tomiko Mandiri Indonesia yang mengelola gerai ritel modern dengan brand Tomikomart.

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (IKM) bahkan berencana menjadikan Tomikomart sebagai pilot project pengembangan koperasi di Indonesia. Lantas apa resepnya?

"Yang paling prinsip digerakan koperasi ini adalah bagaimana kita bisa bersatu," ujar Direktur PT Tomiko Mandiri Indonesia Ihin Solihin saat wawancara dengan Kompas.com di Karawang, akhir pekan lalu.

Di Indonesia, koperasi memang sudah banyak. Sayangnya pada koperasi itu jalan sendiri-sendiri. Padahal tutur Ihin, koperasi bisa berkembang pesat sehingga mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan para anggotanya.

Di Singapura misalnya, koperasi karyawan membentuk perusahaan ritel NTUC. Kini NTUC menjadi ritel terbesar dengan menguasai 65 persen pengsa pasar ritel di Singapura.

Konsep pengembangan koperasi itu mulai diterapkan di Karawang. PT Tomiko Mandiri Indonesia sendiri didirikan oleh Konsorsium Usaha Koperasi Karawang (KUKK) yang terdiri dari 35 koperasi karyawan.

Adapun jumlah anggota 35 koperasi tersebut mencapai 75.000 orang atau karyawan.

"Bayangkan, hanya dengan 35 koperasi saja dan populasi 75.000 orang, kalau diilustrasikan 1 orangnya belanja Rp 1 juta saja sudah Rp 75 miliar omzetnya. Itu hanya dari bisnis ritel saja," kata Ihin.

Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menilai, masih ada pihak-pihak yang memandang remeh koperasi. Padahal negara maju saja mengandalkan koperasi untuk mendorong ekonomi masyarakatnya.

"Ada 300 koperasi terbaik dunia, tahu enggak bapak, ibu, hadirin yang terbanyak di mana? Terbanyak di Amerika. Jumlahnya koperasi terbaik dari 300 itu 100 dari Amerika," ujarnya.

"Kita tahunya Amerika negara kapitalis, cuma hal-hal tertentu yang harus dimajukan dengan koperasi ya dia berkoperasi, terutama koperasi pertanian, koperasi pertukangan," sambung Puspayoga.

Di AS dan berbagai negara di dunia, koperasi yang dijalankan dengan baik telah membuktikan diri mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

PenulisYoga Sukmana
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X