Perampokan di Daan Mogot, YLKI Ingatkan Pentingnya Transaksi Non-Tunai - Kompas.com

Perampokan di Daan Mogot, YLKI Ingatkan Pentingnya Transaksi Non-Tunai

Kurnia Sari Aziza
Kompas.com - 10/06/2017, 04:06 WIB
Engadget Ilustrasi uang digital

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengingatkan pentingnya transaksi non-tunai atau penerapan cashless society dalam kegiatan sehari-hari.

Hal ini sekaligus menanggapi peristiwa perampokan yang menyebabkan tewasnya seorang warga bernama Davidson Tantono, di Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat (9/6/2017).

Davidson tewas dengan tembakan di kepala setelah mengambil uang sebesar Rp 350 juta tunai dari bank. Selain menembak Davidson, perampok juga mengambil uang milik bos koperasi tersebut.

"Idealnya dihindari pengambilan cash dalam jumlah banyak," kata Tulus dalam keterangan resminya, Jumat malam.

Adapun Davidson mengambil uang tunai untuk pembayaran gaji para pegawainya. Tulus mempertanyakan pembayaran gaji yang masih dilakukan secara tunai. Seharusnya, transaksi tersebut dapat dilakukan dengan transfer bank. Langkah itu lebih aman dan praktis bagi masyarakat.

"Yang paling ideal adalah mewujudkan cashless society. Termasuk soal gaji, jika dalam jumlah besar harus dilakukan payroll ke masing-masing rekening pegawai," kata Tulus.

Dengan demikian, manajemen perusahaan tak perlu mengambil uang dalam jumlah besar. Di sisi lain, dia menganggap wacana pembatasan tarik tunai oleh bank akan sulit terealisasi.

"Kalau pembatasan pengambilan tunai sepertinya agak susah diimplementasikan," kata Tulus.

PenulisKurnia Sari Aziza
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X