Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pasca-Kebarakan, Pedagang di Pasar Kramat Jati Harapkan Bantuan Pembangunan Kios

Kompas.com - 15/06/2017, 13:18 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pedagang yang menjadi korban dalam insiden kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengharapkan bantuan pembangunan kios hingga fasilitas kredit untuk modal usaha kepada pemerintah.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengugkapkan, ada 98 kios yang terbakar dalam insiden kebakaran pada awal lalu dan alami kerugian hingga Rp 24,5 miliar.

Menurutnya, para pedagang mengharapkan bantuan berupa pembangunan kembali kios-kios yang rusak agar bisa kembali beraktivitas.

"Rekomendasi yang kami keluarkan adalah tanpa penampungan atau pasar sementara dan PD Pasar Jaya bertanggung jawab atas kebakaran ini, karena ini kelalaian mereka dan kemudian kami meminta kepada PD Pasar Jaya untuk membangun kembali kios-kios yang terbakar tersebut," ujar Mansuri kepada Kompas.com, Kamis (15/6/2017).

Mansuri menegaskan, pedagang tidam ingin diberikan bantuan berupa pasar sementara karena membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan perbaikan kios yang terbakar

"Kami hanya merekomendasikan bangun kembali kios-kios yang terbakar dan tanpa membebankan biaya-biaya ke pedagang karena ini bukan kesalahan pedagang," ungkapnya.

Para pedagang juga mengharapkan ada keringanan atas pinjaman modal kepada perbankan dan juga kemudahan dalam mengakses kembali modal dari perbankan.

"Kedua ada perhatian dalam bentuk pinjaman modal dari perbankan atau bisa diputihkan pinjaman di bank itu harapan, apapun yang terjadi kami minta PD Pasar Jaya atau Pemprov DKI sesegera mungkin membangun tanpa membebankan biaya pembangunan itu kepada pedagang," jelasnya.

Kendati demikian, lanjut Mansuri, pihaknya memberikan instruksi kepada para pedagang agar meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan guna menghindari terjadinya kebakaran kembali.

"Kepada seluruh pedagang pasar binaan kami agar diperkuat kembali ronda malam di pasar, instalasi listrik diperbaiki, kami minta juga seperti alat pemadam api dipastikan berfungsi dengan baik," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Angkutan Lebaran 2024, Kemenhub Siapkan Sarana dan Prasarana Transportasi Umum

Angkutan Lebaran 2024, Kemenhub Siapkan Sarana dan Prasarana Transportasi Umum

Whats New
Reksadana Saham adalah Apa? Ini Pengertiannya

Reksadana Saham adalah Apa? Ini Pengertiannya

Work Smart
Menhub Imbau Maskapai Tak Jual Tiket Pesawat di Atas Tarif Batas Atas

Menhub Imbau Maskapai Tak Jual Tiket Pesawat di Atas Tarif Batas Atas

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Jadi Distributor Produk Cairan Infus Suryavena

Anak Usaha Kimia Farma Jadi Distributor Produk Cairan Infus Suryavena

Whats New
Cara Cek Formasi CPNS dan PPPK 2024 di SSCASN

Cara Cek Formasi CPNS dan PPPK 2024 di SSCASN

Whats New
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polisi Ungkap Kasus BBM Dicampur Air di SPBU

Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polisi Ungkap Kasus BBM Dicampur Air di SPBU

Whats New
HMSP Tambah Kemitraan dengan Pengusaha Daerah di Karanganyar untuk Produksi SKT

HMSP Tambah Kemitraan dengan Pengusaha Daerah di Karanganyar untuk Produksi SKT

Whats New
BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

BCA Finance Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Pemerintah Sebut Tarif Listrik Seharusnya Naik pada April hingga Juni 2024

Whats New
Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Jasa Marga: 109.445 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Selama Libur Panjang Paskah 2024

Whats New
Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com