Ditawari Kartu Kredit Gratis, Diterima Atau Ditolak? - Kompas.com

Ditawari Kartu Kredit Gratis, Diterima Atau Ditolak?

Kompas.com - 19/06/2017, 04:00 WIB
IndikaFM.com, Dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi kartu kredit

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga penerbit kartu kredit seperti bank atau lembaga keuangan nonbank memiliki banyak cara untuk memasarkan produk kartu kredit mereka. Mulai dari memberikan iming-iming promo gratis iuran tahunan, jemput bola nasabah di tempat keramaian, dan lain sebagainya.

Tidak jarang, bank penerbit kartu kredit langsung mengirimkan kartu kredit ke rumah nasabah yang dibidik, di mana si nasabah nanti tinggal mengaktifkan kartu kredit tersebut.

Penerbit kartu kredit juga akan lebih agresif menawari kartu kredit baru lagi pada pemegang kartu kredit yang tercatat aktif bertransaksi. Seringkali dengan iming-iming pemberian limit kartu kredit yang besar.

Mungkin Anda sering mendapati tawaran kartu kredit gratis seperti itu? Anda tidak pernah melayangkan pengajuan kartu kredit namun oleh penerbit kartu kredit Anda ditawari menjadi nasabah langsung bahkan dengan limit besar. Bila Anda galau hendak menerima tawaran atau mengabaikannya, ada baiknya Anda perhatikan dulu pertimbangan berikut ini:

1. Seberapa butuh Anda dengan kartu kredit?

Kartu kredit bisa menjadi alat transaksi nontunai yang sangat membantu kepraktisan aktivitas belanja Anda. Ditambah lagi beragam fitur dan benefit seperti cashback, poin reward, diskon harga, cicilan 0 persen dan fitur-fitur lain yang sering menggoda, membuat pesona kartu kredit terlalu sulit untuk diabaikan. Namun, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda akan kartu kredit.

Sebelum mengiyakan tawaran kartu kredit gratis, Anda perlu memastikan pada diri sendiri, apakah Anda benar-benar membutuhkan sebuah kartu kredit dalam hidup Anda?

Bila memang Anda merasa beberapa kebutuhan akan lebih mudah terpenuhi dengan kartu kredit, mengapa tidak ambil saja tawaran gratis tersebut.

2. Kemampuan bayar tagihan

Katakan saat ini Anda sudah memiliki kartu kredit, entah satu atau dua kartu. Lalu, ada penerbit yang menawari Anda satu lagi kartu kredit dengan fitur yang menarik. Sebelum mengiyakan, pastikan dulu Anda berhitung tentang kemampuan pembayaran cicilan Anda.

Sebagai gambaran, total limit kartu kredit Anda adalah Rp 20 juta. Anggaplah selama ini rata-rata Anda bertransaksi hingga 20 persen dari total limit tersebut atau sebesar Rp 4 juta per bulan. Angka itu mencapai 30 persen dari total penghasilan bulanan Anda.

Dengan demikian, bila Anda mengambil satu lagi kartu kredit baru, Anda sebenarnya sudah tidak memiliki ruang cukup untuk menanggung utang.

Ingat, keuangan yang sehat hanya memiliki beban cicilan utang maksimal sebesar 30 persen dari pendapatan rutin. Memiliki kartu kredit baru hanya akan menambah godaan bagi Anda untuk berbelanja lebih banyak padahal dari sisi kemampuan keuangan sebenarnya hanya akan membawa banyak masalah di masa mendatang.

3. Tawaran fitur dan limit

Setelah menimbang dua hal di atas dan bila jawabannya adalah Anda masih memungkinkan memiliki kartu kredit, selanjutnya adalah menilai sisi tawaran fitur dan limit kartu kredit baru yang ditawarkan pada Anda.

Apakah fitur kartu kredit baru itu memang menarik dan akan membawa banyak keuntungan bagi aktivitas transaksi Anda? Apakah limit kartu kredit tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda?

Misalnya, Anda diberikan limit hingga Rp 50 juta. Padahal, penghasilan bulanan Anda baru Rp 12 juta per bulan. Ketika Anda menilai fitur kartu kredit gratis tersebut menarik namun limitnya terlalu tinggi (dan itu berbahaya bagi kantong Anda).

 Anda bisa melakukan negosiasi pada penerbit kartu kredit untuk menurunkan limit tapi memberikan bebas biaya tahunan selamanya, atau bentuk negosiasi lain yang membuat kartu kredit itu lebih ekonomis bagi Anda.

EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X