Garuda Batal Mendarat Akibat Masih Ada Sriwijaya di Landasan, Ini Penjelasan Sriwijaya Air - Kompas.com

Garuda Batal Mendarat Akibat Masih Ada Sriwijaya di Landasan, Ini Penjelasan Sriwijaya Air

Achmad Fauzi
Kompas.com - 19/06/2017, 17:39 WIB
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Maskapai Sriwijaya Air.

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Sriwijaya Air Group angkat bicara mengenai kejadian pesawat Garuda Indonesia gagal mendarat (landing) dan Sriwijaya Air sendiri yang gagal tinggal landas (take off) di Bandara Soekarno-Hatta. 

Menurut Sriwijaya Air, kejadian batal lepas landasnya penerbangan SJ580 dengan rute Jakarta-Makassar, lebih disebabkan karena adanya kerusakan di pesawat tersebut. 

"Tindakan captain pilot tidak melanjutkan terbang karena ada warning indikator light di pesawat. Jadi captain melakukan perbaikan dulu," ujar Corporate Sriwijaya Air Agus Sujono, kepada Kompas.com, Senin (19/6/2017). 

Meski demikian, tutur Agus, perbaikan ini tidak memakan waktu lama, yang kemudian pilot langsung melakukan lepas landas. Namun, dirinya tidak menjelaskan lebih lanjut terkait kerusakan pesawat yang dialami.

"Ketika warning tersebut, maka diputuskan untuk perbaikan. Setelah dinyatakan servicable baru terbang lagi. Dalam hal ini, kami selalu melakukan evaluasi perbaikan," tutur dia.

Sebelumnya, beredar kabar melalui grup WhatsApp bahwa pesawat Garuda Indonesia GA 425 dari Denpasar menuju Jakarta hampir "bertabrakan" dengan pesawat lainnya saat pesawat tersebut akan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu malam (18/6/2017).

Seperti yang dituliskan oleh salah seorang penumpang Garuda melalui pesannya, Louisa Tuhatu, bahwa saat pesawat tersebut akan landing, tiba-tiba pilot membatalkan pendaratan. Padahal saat itu roda pesawat sudah keluar.

Menanggapi kabar tersebut, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia membenarkan adanya kejadian pesawat Garuda Indonesia yang tidak jadi mendarat (go-around) di Bandara Soekarno-Hatta itu.

Corporate Secretary AirNav Indonesia, Didiet KS Radityo mengatakan, go-around pesawat GA 425 terjadi pada saat ingin melakukan pendaratan di landasan pacu 25R Bandara Soekarno-Hatta. Go around, terang Didiet, terjadi pada pukul 22.16.

"Benar ada go around pada jam 15.16 UTC atau jam 22.16 WIB. Go-around dilakukan demi menjaga keselamatan penerbangan karena di landasan pacu masih ada pesawat Sriwijaya SJ580 rute Jakarta-Makassar yang harusnya take off tapi kemudian batal karena alasan teknikal," ujar Didiet, dalam keterangannya. 

Baca juga: Problem Serius di Balik Pesawat yang Gagal Mendarat di Cengkareng

Go-around adalah manuver pesawat yang membatalkan pendaratan saat mendekati landasan kemudian menanjak lagi karena suatu sebab. Dalam dunia penerbangan, go-around sering terjadi dan menjadi peristiwa wajar serta menjadi bagian dari standar keamanan penerbangan.

Dalam peristiwa go-around pesawat Garuda GA 425 tersebut, prosedur menghindari bahaya telah berhasil dilakukan berkat sigapnya pilot Garuda yang dipandu petugas Air Traffic Controller (ATC) yang batal mendaratkan pesawat.

Kompas TV Pesawat Sriwijaya Air B737-300 PK CJC tergelincir di Bandara Rendani, Manokwari.

PenulisAchmad Fauzi
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X