Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Didorong Bentuk Regulasi bagi Kontraktor Kecil

Kompas.com - 09/01/2012, 19:08 WIB
Haryo Damardono

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional atau Gapensi mendorong pemerintah untuk menerbitkan regulasi yang dapat memihak kontraktor kecil. Dengan demikian, misalnya, akan ada pelimpahan pekerjaan konstruksi yang lebih pasti.

"Regulasi tersebut jelas jauh lebih penting daripada perhatian yang kita habiskan selama dua tahun ini untuk mengurusi sertifikasi badan usaha konstruksi saja," kata Ketua Umum Gapensi Suharsoyo, Senin (9/1/2012), dalam jumpa pers terkait Pasar Konstruksi 2012.                

Di Indonesia kini ada 155.000 kontraktor, sebanyak 66.000 kontraktor di antaranya merupakan anggota Gapensi. "Bila diprofilkan, sebanyak 90 persennya kontraktor golongan kecil, 9 persennya golongan menengah, dan 1 persennya golongan besar," kata Suharsoyo.

Ditekankan Suharsoyo, ada masalah segmentasi pasar, lalu fakta bahwa kontraktor kecil selalu hanya meraih kontrak kecil. Dia menegaskan, kontraktor besar terus makin besar, sementara kontraktor kecil makin terpinggirkan. "Kontraktor kecil tersebut rata-rata hanya mengerjakan proyek senilai Rp 100 juta hingga Rp 2,5 miliar," ungkap dia.

Suharsoyo menegaskan, harus ada tata laksana supaya kontraktor besar dapat merangkul kontraktor kecil sehingga iklim usaha menjadi lebih kondusif. "Tanpa tata laksana, kontraktor kecil menjadi subkontraktor dengan nilai proyek yang ditekan rendah dan kesulitan untuk dibayarkan proyeknya. Artinya, sama saja kontraktor kecil menyubsidi kontraktor besar," ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Impor Bahan Baku Pelumas Tak Lagi Butuh Pertek dari Kemenperin

Impor Bahan Baku Pelumas Tak Lagi Butuh Pertek dari Kemenperin

Whats New
Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Work Smart
Pencabutan Status 17 Bandara Internasional Tak Berdampak ke Industri Penerbangan

Pencabutan Status 17 Bandara Internasional Tak Berdampak ke Industri Penerbangan

Whats New
Emiten Sawit Milik TP Rachmat (TAPG) Bakal Tebar Dividen Rp 1,8 Triliun

Emiten Sawit Milik TP Rachmat (TAPG) Bakal Tebar Dividen Rp 1,8 Triliun

Whats New
Adu Kinerja Keuangan Bank BUMN per Kuartal I 2024

Adu Kinerja Keuangan Bank BUMN per Kuartal I 2024

Whats New
Setelah Investasi di Indonesia, Microsoft Umumkan Bakal Buka Pusat Data Baru di Thailand

Setelah Investasi di Indonesia, Microsoft Umumkan Bakal Buka Pusat Data Baru di Thailand

Whats New
Emiten Persewaan Forklift SMIL Raup Penjualan Rp 97,5 Miliar pada Kuartal I 2024

Emiten Persewaan Forklift SMIL Raup Penjualan Rp 97,5 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
BNI Danai Akusisi PLTB Sidrap Senilai Rp 1,76 Triliun

BNI Danai Akusisi PLTB Sidrap Senilai Rp 1,76 Triliun

Whats New
Soroti Kinerja Sektor Furnitur, Menperin: Masih di Bawah Target

Soroti Kinerja Sektor Furnitur, Menperin: Masih di Bawah Target

Whats New
Harga Jagung Turun di Sumbawa, Presiden Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci Stabilkan Harga

Harga Jagung Turun di Sumbawa, Presiden Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci Stabilkan Harga

Whats New
IHSG Ditutup Merosot 1,61 Persen, Rupiah Perkasa

IHSG Ditutup Merosot 1,61 Persen, Rupiah Perkasa

Whats New
Emiten TPIA Milik Prajogo Pangestu Rugi Rp 539 Miliar pada Kuartal I 2024, Ini Sebabnya

Emiten TPIA Milik Prajogo Pangestu Rugi Rp 539 Miliar pada Kuartal I 2024, Ini Sebabnya

Whats New
BI Beberkan 3 Faktor Keberhasilan Indonesia Mengelola Sukuk

BI Beberkan 3 Faktor Keberhasilan Indonesia Mengelola Sukuk

Whats New
Pertemuan Tingkat Menteri OECD Dimulai, Menko Airlangga Bertemu Sekjen Cormann

Pertemuan Tingkat Menteri OECD Dimulai, Menko Airlangga Bertemu Sekjen Cormann

Whats New
Induk Usaha Blibli Cetak Pendapatan Bersih Rp 3,9 Triliun pada Kuartal I 2024

Induk Usaha Blibli Cetak Pendapatan Bersih Rp 3,9 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com