Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kadin: Pelayaran Rakyat Harus Direvitalisasi

Kompas.com - 12/06/2012, 17:37 WIB
Mundri Winanto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi angkutan pelayaran rakyat sangat memprihatinkan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah melakukan pembenahan sektor penunjang logistik khususnya angkutan pelayaran rakyat. Hal ini penting dalam perekonomian nasional dalam efesiensi biaya logistik.

"Kadin Indonesia meminta kepada pemerintah pembiayaan yang murah, bunga yang murah, dan meminta seribu armada untuk merevitalisasi angkutan pelayaran rakyat," ungkap Wakil Ketua Komite Tetap Intermoda dan Logistik Kadin Indonesia Anwar Satta saat diskusi "Revitalisasi Kapal Pelayaran Rakyat Menjadi Pelayaran Nasional Indonesia" di Gedung Menara Kadin, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Kadin Indonesia sendiri memberikan alternatif untuk mengubah angkutan pelayaran rakyat dari kapal kayu menjadi kapal baja. "Pengusaha pembuat kapal dalam negeri siap untuk membuat kapal baja dengan kapasitas seribu dwt, dengan perkiraan harga 20 miliar," ujar Anwar.

Seorang pengusaha angkutan pelayaran rakyat yang hadir dalam diskusi itu, menyebutkan,  salah satu kendala angkutan pelayaran rakyat adalah perawatan kapal kayu, bahan baku kayu yang dibutuhkan untuk merenovasi kapal sulit didapat oleh pengusaha pelayaran rakyat.

Menurutnya, pelayaran rakyat memegang peranan penting di Indonesia, karena jumlah pelabuhan sangat minim untuk kapal-kapal besar bersandar dan pelayaran rakyat menjadi alternatif transportasi.  Pelayaran rakyat tidak pernah tersentuh aliran dana bank asing dan aliran dana dari bank nasional bunganya terlalu tinggi. Jumlah angkutan pelayaran rakyat tahun 2005 ada 3000 unit dan 2012 hanya tersisa 1000 unit.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Whats New
PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

Whats New
KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

Whats New
Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Whats New
Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Whats New
Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Whats New
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Spend Smart
Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Earn Smart
Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com