Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ATC Bandara Soekarno-Hatta Mati Sejam, 20-30 Penerbangan Tertunda

Kompas.com - 08/02/2013, 18:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan jadwal penerbangan tertunda akibat matinya sistem air traffic control (ATC) di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (8/2/2013) sore.

"Untuk rincian penerbangan ada, tapi secara global ada 20-30 keberangkatan yang tertunda," kata Kristanto, Manajer Humas Angkasa Pura, saat dihubungi Kompas.com.

Kristanto mengatakan, gangguan di ATC berlangsung selama sekitar satu jam mulai pukul 16.07 WIB hingga 17.25 WIB. Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab gangguan pada sistem tersebut.

Meski terjadi gangguan pada ATC, lanjut Kristanto, tidak ada gangguan pendaratan di Bandara Soekarno-Hatta selama rentang waktu tersebut. Hal ini karena adanya sistem back up ATC yang langsung dioperasikan begitu terjadi gangguan pada sistem utama.

"Kami utamakan pesawat yang akan mendarat sehingga keberangkatan saja yang terganggu," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga memberitahukan kepada seluruh ATC bandara lainnya mengenai gangguan tersebut dan meminta agar dilakukan separasi keberangkatan pesawat antara 3-5 menit.

Sejauh ini, Kristanto mengaku belum ada laporan pesawat tujuan Jakarta yang return to base (RTB) meskipun di jejaring sosial Twitter beredar informasi sejumlah pesawat yang kembali ke bandara seperti di Minangkabau, Padang, dan Hang Nadim, Riau.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Kemenperin Bakal Panggil Manajemen

Whats New
Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Capai 12,5 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Dua Wilayah Ini Tertinggi di Indonesia

Whats New
Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Per Februari 2024, Jumlah Pengangguran RI Turun Jadi 7,20 Juta Orang

Whats New
Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Pembangunan Infrastruktur di Australia Jadi Peluang untuk Produsen Baja Lapis RI

Whats New
KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

KAI Ubah Pola Operasi, 21 Kereta Berhenti di Stasiun Jatinegara

Whats New
Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Kejar Target 1 Juta Barrel Minyak, Industri Hulu Migas Hadapi Keterbatasan Rig

Whats New
PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

PGN Suplai Gas Bumi untuk Smelter Tembaga Freeport

Whats New
KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

KKP Kembangkan Jejaring Perbenihan Nasional Ikan Nila

Whats New
Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Kemenhub Evaluasi Pola Pengasuhan di STIP Jakarta

Whats New
Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Konsumsi Rumah Tangga Kembali Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2024

Whats New
Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Frekuensi Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah, Waktu Tunggu Lebih Cepat

Whats New
Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Kepala Bappenas Sebut Pembangunan IKN Capai 80,82 Persen

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di BCA hingga BNI

Spend Smart
Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Tutup, Bagaimana Prospek Sahamnya?

Earn Smart
Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Ada Regulasi Ketransmigrasian Baru, Kemendes Sebut Sebagai Modal Pengembangan Transmigrasi Modern

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com