Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korea Selatan Tertarik Bangun Pembangkit Listrik di Indonesia

Kompas.com - 11/05/2015, 20:43 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com – Tak hanya Tiongkok yang ingin menggarap proyek infrastruktur dan kelistrikan di Indonesia. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, Korea Selatan (Korsel) juga minat membangun pembangkit listrik di Indonesia.

“Salah satu kunjungan kami ke Korsel kemarin juga memberikan ruang untuk investor Korea. Dan ternyata, memang ada beberapa diantaranya sudah mengajukan dan dalam proses untuk investasi power plant,” kata Franky ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Franky menjelaskan, pemerintah cenderung akan memprioritaskan pemanfaatan energi baru terbarukan. Selain itu, pemerintah juga membuka kesempatan kepada semua negara sebagai investor di RI. Sehingga pembangunan Indonesia tidak hanya tergantung pada satu-dua negara besar.

“Sehingga kita lebih open. Sehingga beberapa negara lain pun tertarik. Termasuk India juga,” kata Franky.

Franky menambahkan, komitmen investasi dari Korea Selatan mencapai 10 miliar dollar AS, untuk seluruh proyek tak hanya infastruktur.

Sebelumnya diberitakan, Tiongkok telah menyapu bersih proyek infrastruktur di Indonesia. Dari situs Sekretariat Kabinet disebutkan, proyek infrastruktur yang menggandeng Tiongkok antara lain pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (bandara), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta api sepanjang 8.700 km, serta pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 35.000 megawatt (MW).

Tak cuma itu, Tiongkok juga akan terlibat dalam pembangunan jalur kereta supercepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya. Sayang, pemerintah tak menyebutkan nama proyek berikut besaran nilai proyek.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com