Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rupiah Tunggu Data Ekonomi

Kompas.com - 15/06/2015, 09:11 WIB
Robertus Benny Dwi Koestanto

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com -
Nilai tukar rupiah kembali diuji kekuatannya pada awal pekan ini, Senin (15/6/2015). Di tengah volatilitas indeks dollar AS, rupiah juga menunggu data neraca perdagangan dan proyeksi atas hasil pertemuan The Federal Reserve tengah pekan ini.

Di pasar spot pagi ini, mata uang Garuda pukul 08.45 WIB turun tipis Rp 13.337 per dollar AS dibanding penutupan Jumat lalu pada 13.335.

Data terbaru di Amerika Serikat (AS) membaik di akhir pekan lalu. Namun secara umum perkembangan data-data ekonomi AS belum terlalu meyakinkan menjelang FOMC meeting yang dimulai esok hingga Kamis dini hari mendatang. Volatilitas diperkirakan akan tinggi menjelang FOMC meeting.

Menurut Riset Samuel Sekuritas Indonesia, penguatan indeks dollar AS justru terbantu kekhawatiran yang memuncak di Zona Euro terhadap masa depan Yunani; euro melemah sementara imbal hasil Bund Jerman mulai turun. Sampai detik ini Yunani dan Troika belum menyepakati proposal pinjaman baru yang dananya sangat dibutuhkan Yunani untuk memenuhi kewajibannya yang harus dilunasi pada akhir Juni.  

Rupiah melemah pada perdagangan Jumat lalu walaupun IHSG dan SUN berhasil menguat. Terlihat dollar AS yang menguat terhadap mayoritas mata uang di Asia. Kekhawatiran diperkirakan meningkat menjelang pengumuman FOMC meeting Kamis dini hari.

Walaupun semakin sedikit investor yang percaya the Fed akan menaikkan suku bunga minggu ini, kejutan bisa saja terjadi. Volatilitas yang tinggi dengan kecenderungan pelemahan pada rupiah serta mata uang di negara berkembang akan terlihat hingga ada kepastian mengenai suku bunga AS. Pagi ini neraca perdagangan diperkirakan masih surplus walaupun menipis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Indef: Banjir Barang Impor Harga Murah Bukan Karena TikTok Shop, tapi...

Indef: Banjir Barang Impor Harga Murah Bukan Karena TikTok Shop, tapi...

Whats New
Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com