Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Kebutuhan Susu Nasional Dikuasai Asing

Kompas.com - 08/11/2016, 14:42 WIB
Pramdia Arhando Julianto

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito mengatakan, saat ini pasokan susu sapi dalam negeri masih bergantung pada impor. Produksi susu segar dalam negeri hanya mampu memenuhi 20 persen kebutuhan susu nasional.

Dia menjelaskan, saat ini konsumsi susu dalam negeri sebanyak 3,3 juta ton per tahun. Dari angka tersebut sekitar 2,6 juta ton masih bergantung pada negara lain. Sedangkan produksi dalam negeri hanya mampu memproduksi susu segar sebesar 690 ribu ton.

"Selama dua dekade terakhir, kita hanya mampu mengisi produksi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional? Jadi 80 persen berasal dari impor. Jadi seolah susu dalam negeri hanya bumbu saja?" ujar Agus dalam diskusi media Industri Sapi Perah Nasional di Jakarta, Selasa (8/11/2016).

Menurutnya, produksi susu dalam negeri masih sulit berkembang karena banyak kendala yang dihadapi peternak. Padahal, industri peternakan sapi perah merupakan salah satu indikator ketahanan pangan nasional.

Agus menjelaskan, populasi sapi perah nasional juga terus mengalami penurunan. Pada 2015, populasi sapi nasional hanya 525.171 ekor. Angka ini turun turun 16,5 persen dari tahun 2012 sebesar 611.940 ekor.

Menurutnya, penurunan populasi sapi perah membuat produksi susu segar dalam negeri menjadi ikut menurun.

"Produksi tahun 2015 menjadi 805.000 ton, produksi ini jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2012 bisa mencapai 960.000 per ton. Padahal generasi muda Indonesia membutuhkan protein yang terjangkau, dan ini bisa terpenuhi dari susu sapi lokal," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) Rochadi Tawaf mengatakan, dari 80 persen impor susu tersebut, mayoritas berasal dari Australia. Impor susu ini bukan dalam bentuk susu segar, melainkan susu bubuk seperti skim milk powder dan butter milk powder.

"Skim ini hanya seperti pemutih kopi, yang mayoritas sebenarnya gula," jelasnya.

Revitalisasi Industri Susu Nasional Rochadi menjelaskan, kedepan dalam meningkatkan produksi susu segar lokal diperlukan revitalisasi industri susu nasional mulai dari hulu hingga di hilirnya.

"Revitalisasi sapi perah nasional seyogyanya meliputi beberapa komponen, seperti skill dan inovasi dari peternak, teknologi dan investasi untuk mendukung bisnis, pasar yang kondusif serta kebijakan yang pro peternak," pungkasnya.

Berdasarkan data tingkat kosumsi susu di Indonesia masih sangat rendah. Konsumsi susu masyarakat Indonesia saat ini masih di kisaran 12,87 liter per kapita per tahun. Angka ini termasuk terendah di Asia Pasifik.

Kompas TV Susu Kadaluwarsa Terpajang di Swalayan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com