Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub Batasi Operasional Kendaraan Angkutan Barang Saat Mudik

Kompas.com - 24/05/2017, 09:00 WIB
Achmad Fauzi

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi operasional kendaraan angkutan barang melintasi jalur mudik Lebaran 2017. Hal ini dilakukan agar, kendaraan angkutan barang tidak ikut memadati jalur Mudik Lebaran 2017. 

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pembatasan operasional angkutan barang ini tercantum pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2017 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Melalui Pembatasan Operasional Kendaraan Bermotor dan Penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor Pada Masa Angkutan Lebaran. 

Dalam hal ini, terang Menhub Budi Karya, angkutan barang akan dibatasi pada H-4 sebelum Lebaran hingga H+4 setelah Lebaran.

"Angkutan barang pada dasarnya, kita membatasi empat hari sebelum Lebaran dan empat hari sesudah Lebaran, terutama kendaraan angkutan barang tiga sumbu," ujar Menhub Budi Karya di Jakarta, Selasa (23/5/2017). 

Adapun, pembatasan operasional bagi kendaraan angkutan barang yang mengangkut diantaranya, barang galian atau barang tambang, seperti pasir, tanah, batu, dan batubara.

Selain itu angkutan barang dengan berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14.000  kilogram, dan serta mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan.

Sementara itu, untuk kendaraan angkutan barang dengan dua sumbu masih diperbolehkan untuk melintas di jalur mudik Lebaran. Oleh karena itu, Menhub Budi Karya menghimbau pengusaha menggunakan angkutan barang dua sumbu jika kegiatan bisnis ingin berjalan.

"Kami menghimbau pengusaha yang ingin menjalankan kegiatan menggunakan dua sumbu biar bisa berjalan," imbuh dia. 

Dalam hal ini, seluruh jembatan timbang di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Bali ditutup sementara dan difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para pengguna jalan. Ini dilakukan pada H-7 pukul 00.00 WIB sampai dengan H+7 pukul 24.00 WIB.

Kompas TV Kesiapan Jelang Mudik 2017 (Bag 1)
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang



Terkini Lainnya

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Pendapatan Usaha Garuda Indonesia Tumbuh 18 Persen di Kuartal I-2024

Whats New
Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Kuartal I-2024, Emiten Sawit Sumber Tani Agung Resources Cetak Pertumbuhan Laba Bersih 43,8 Persen

Whats New
Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Pendaftaran CASN 2024, Instansi Diminta Segera Isi Rincian Formasi ASN

Whats New
Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Masuk Musim Panen, Bulog Serap 30.000 Ton Gabah Per Hari

Whats New
Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Pekerja Mau Sejahtera dan Naik Gaji, Tingkatkan Dulu Kompetensi...

Whats New
Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Hindari Denda, Importir Harus Lapor Impor Barang Kiriman Hasil Perdagangan dengan Benar

Whats New
Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Pendaftaran Seleksi CASN Dibuka Mei 2024, Menpan-RB Minta Kementerian dan Pemda Percepat Input Formasi Kebutuhan ASN

Whats New
IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

IHSG Turun 0,84 Persen di Awal Sesi, Rupiah Bangkit

Whats New
Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 2 Mei 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 2 Mei 2024

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 2 Mei 2024, Harga Jagung Tk Peternak Naik

Whats New
CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

CIMB Niaga Cetak Laba Sebelum Pajak Rp 2,2 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Rincian Tarif Listrik per kWh Berlaku Mei 2024

Whats New
Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Inflasi AS Sulit Dijinakkan, The Fed Pertahankan Suku Bunga

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

The Fed Tahan Suku Bunga, Mayoritas Saham di Wall Street Melemah

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com