Penerima BLSM Melebihi Jumlah Masyarakat Miskin - Kompas.com

Penerima BLSM Melebihi Jumlah Masyarakat Miskin

Kompas.com - 18/06/2013, 14:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim akan memberikan dana kompensasi kenaikan harga BBM bersubsidi bisa lebih banyak dari jumlah masyarakat miskin baru yang terkena dampak kenaikan harga BBM ini.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan bila pemerintah tidak melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi, maka persentase masyarakat miskin akan naik 1,6 persen dari 10,5 persen menjadi 12,1 persen atau ada tambahan 4 juta masyarakat miskin.

"Tapi kenyataannya, pemerintah memberikan dana kompensasi kenaikan BBM bersubsidi ini ke 15,5 juta rumah tangga. Artinya bila satu rumah tangga ada empat anggota keluarga, maka kami bisa membantu 62 juta anggota keluarga. Itu lebih besar dibanding membantu masyarakat miskin baru yang cuma empat juta orang," kata Chatib saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (18/6/2013).

Chatib menambahkan, pemerintah dan DPR telah sepakat untuk memberikan alokasi anggaran BLSM sebesar Rp 9,3 triliun atau lebih hemat Rp 2,3 triliun dari anggaran sebelumnya yang dipatok Rp 11,625 triliun. Sementara itu, anggaran tambahan untuk raskin tetap Rp 4,3 triliun, bantuan siswa miskin (BSM) sebesar Rp 7,5 triliun dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 700 miliar.

"Penyaluran BLSM sebesar Rp 150.000 per bulan yang semula lima bulan dipotong menjadi empat bulan. Nantinya juga akan diberikan per dua bulanan, jadi akan diberikan Juli dan September 2013," tambahnya.

Dengan kondisi demikian, Chatib menegaskan, tidak ada penambahan jumlah masyarakat miskin baru karena empat juta masyarakat miskin sudah termasuk dalam 62 masyarakat miskin yang diberikan paket kompensasi harga BBM bersubsidi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorBambang Priyo Jatmiko

    Close Ads X