Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub: Kemampuan Merpati sangat Rendah

Kompas.com - 13/02/2014, 16:58 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memandang PT Merpati Nusantara Airlines dengan realistis. Tanpa mengabaikan jasa-jasanya, dengan 1 unit pesawat Cassa, dan 2 unit twin otter, maskapai pelat merah itu pun dinilai tak akan mampu melayani penerbangan perintis. Di sisi lain, pengguna jasa di wilayah pelosok tetap harus dilayani.

Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub, Herry Bakti, menuturkan, atas dasar itulah regulator menawarkan 19 rute yang tadinya hanya diterbangi Merpati. "Tender itu dilaksanakan dengan perhitungan dia punya pesawat berapa. (Merpati) Hanya punya 2 twin otter dan 1 Cassa. Kalau menang pun dia enggak bisa melayani juga perintisnya," kata Herry di Jakarta, Kamis (13/2/2014).

"Jadi Merpati itu boleh ikut (tender). Tapi kemampuan dia itu hanya 3 pesawat. Kemampuan Merpati sangat rendah," kata dia lagi.

Lebih lanjut Herry menambahkan, saat ini proses tender 19 rute Merpati masih dalam proses. Ia pun mengaku belum mengantongi nama-nama pemenang tender. Hanya saja, dia menyampaikan beberapa maskapai yang memiliki pesawat twin otter sudah mengajukan.

Beberapa diantaranya adalah Express Air dan Kalstar. "Ini masih dalam proses tender ya. Siapa yang udah dapat, siapa yang belum saya belum tahu," ujarnya.

Namun, ia memastikan setelah diputuskan pemenangnya, maskapai yang bersangkutan langsung bisa menerbangi rute yang dimenangkan.

Penerbangan perintis, lanjut Herry berlangsung sejak lama. Anggaran untuk subsidi perintis setiap tahun lebih dari Rp 300 miliar. Penerbangan perintis melayani wilaya pelosok Sumatera, Sulawesi, NTT, dan wilayah pelosok lain. Tahun lalu, Merpati masih melayani penerbangan perintis bersama, Susi Air, Trigana, MPA, serta Aviastar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Work Smart
Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Work Smart
Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Whats New
SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Whats New
Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Whats New
[POPULER MONEY] Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

[POPULER MONEY] Sri Mulyani "Ramal" Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

Whats New
Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Spend Smart
Perlunya Mitigasi Saat Rupiah 'Undervalued'

Perlunya Mitigasi Saat Rupiah "Undervalued"

Whats New
Ramai Alat Belajar Siswa Tunanetra dari Luar Negeri Tertahan, Bea Cukai Beri Tanggapan

Ramai Alat Belajar Siswa Tunanetra dari Luar Negeri Tertahan, Bea Cukai Beri Tanggapan

Whats New
Sri Mulyani Jawab Viral Kasus Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Sri Mulyani Jawab Viral Kasus Beli Sepatu Rp 10 Juta Kena Bea Masuk Rp 31 Juta

Whats New
Sri Mulyani Jelaskan Duduk Perkara Alat Belajar Tunanetra Milik SLB yang Ditahan Bea Cukai

Sri Mulyani Jelaskan Duduk Perkara Alat Belajar Tunanetra Milik SLB yang Ditahan Bea Cukai

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com