Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Petral Dibubarkan, Bagaimana Nasib Impor Minyak dari Angola?

Kompas.com - 13/05/2015, 20:47 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembubaran Pertamina Energy Trading Ltd. (Petral) masih menyisakan tanya. Bagaimana nasib kontrak-kontrak pengadaan minyak Pertamina yang sudah telanjur dilakukan oleh Petral atau anak usahanya selama ini?.

Pasalnya, salah satu kontrak yaitu impor minyak dari perusahaan minyak Angola, Sonangol EP, melibatkan anak usaha Petral yakni Pertamina Energy Services Pte.Ltd (PES) yang berkedudukan di Singapura. Kerja sama itu sempat membuat geger publik karena Surya Paloh lah yang menjadi pembisik utama nama Sonangol EP ke telinga Jokowi. (Baca:  Surya Paloh dan Impor Minyak Angola).

Kepada Kompas.com, Vice Presiden Coorporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengungkapkan bahwa impor minyak dari Sonangol jalan terus. Kata dia, pembubaran Petral tak memengaruhi pengadaan impor minyak dari Angola. "Jadi gini, itu kan (Sonangol EP) kontrakannya sudah ada dengan PES, jadi yang existing kontrak terus jalan. Tapi dia (PES) tidak boleh buat kontrak baru," ujar Wianda di Jakarta, Rabu (13/5/2015).

Dia mengatakan, kontrak dengan Sonangol itu sudah terjalin sejak tahun lalu. Dalam kontrak pengadaan minyak itu, Pertamina mengimpor 950.000 barrel per bulan. Hingga saat ini lanjut Wianda, impor tersebut sudah dilakukan sejak Januari 2015 atau berjalan lima bulan. Artinya Pertamina sudah mengimpor 4, 75 juta barrel dari Sonangol.

Sementara itu, kontrak PES dan Sonangol hanya dalam jangka waktu enam bulan yaitu Januari-Juni 2015. Sebenarnya kata Wianda, pengadaan impor minyak sejak Januari lalu sudah diserahkan ke Integrated Supply Chain (ISC). "Enggak. Enggak akan terganggu karena ISC sudah mengerjakan ini (impor minyak dari Sonangol) sejak Januari lalu. Jadi proses pengadaan sudah di ISC. Jadi sesuai kontaknya saja," kata dia.

Dengan pembubaran Petral, anak usahanya yakni, Pertamina Energy Services Pte.Ltd (PES) yang berkedudukan di Singapura, dan Zambesi Investments Limited (Zil) yang bermarkas di Hongkong dilikuidasi oleh Pertamina.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com