Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perkuat Bisnis Ritel, RNI Resmikan Pusat Distribusi di Jakarta

Kompas.com - 10/09/2014, 15:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) terus memperkuat bisnisnya di bidang ritel. Salah satu yang dilakukan adalah membuka pusat distribusi (distribution center) Waroeng Rajawali di Pancoran, Rabu (10/9/2014).

Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, pusat distribusi yang baru saja diresmikan itu akan melayani Gerai Waroeng Rajawali di area DKI Jakarta, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Selain itu, pusat distribusi ini juga bertujuan untuk mempermudah para calon Mitra yang ingin bergabung dalam bisnis.

Saat ini RNI telah memiliki 11 pusat distribusi yang tersebar di wilayah Lombok, Bali, Surabaya, Malang, Semarang, Yogyakarta, Makasar, Bandung, Jakarta, Serang dan Medan. Jumlah itu akan terus bertambah, khususnya di jaringan distribusi yang telah ada dan beroperasi.

"Mitra yang telah bergabung saat ini sudah cukup banyak dimulai dari mitra perorangan karyawan RNI Group, mitra perorangan umum, mitra sesama BUMN, mitra koperasi, mitra pondok pesantren dan mitra kelompok lainnya," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Ismed, secara prinsip, RNI membuka kemitraan kepada siapa saja yang ingin bersama-sama membangun bisnis retail bersama RNI.

Kemitraan yang dibangun antara lain bertujuan untuk mendistribusikan secara langsung produk-produk keluarga raja dari RNI diantaranya Raja Gula, Raja Daging, Raja Rendang, Raja Air, Raja Beras, Raja Teh, ditambah produk BUMN, produk UKM dan produk swasta nasional lainnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Terbitkan Permentan Nomor 1 Tahun 2024, Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Terbitkan Permentan Nomor 1 Tahun 2024, Mentan Pastikan Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Resmi Kuasai 100 Persen Saham Bank Commonwealth, OCBC NISP Targetkan Proses Merger Selesai Tahun Ini

Resmi Kuasai 100 Persen Saham Bank Commonwealth, OCBC NISP Targetkan Proses Merger Selesai Tahun Ini

Whats New
Sucor Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi lewat Kompetisi 'Trading'

Sucor Sekuritas Ajak Masyarakat Belajar Investasi lewat Kompetisi "Trading"

Earn Smart
Kunker di Jateng, Plt Sekjen Kementan Dukung Optimalisasi Lahan Tadah Hujan lewat Pompanisasi

Kunker di Jateng, Plt Sekjen Kementan Dukung Optimalisasi Lahan Tadah Hujan lewat Pompanisasi

Whats New
Sudah Masuk Musim Panen Raya, Impor Beras Tetap Jalan?

Sudah Masuk Musim Panen Raya, Impor Beras Tetap Jalan?

Whats New
Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Bank Sentral Eropa Bakal Pangkas Suku Bunga, Apa Pertimbangannya?

Whats New
Pasokan Gas Alami 'Natural Decline', Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Pasokan Gas Alami "Natural Decline", Ini Strategi PGN Jaga Distribusi

Whats New
BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

BTN Pastikan Dana Nasabah Tidak Hilang

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kartu Prakerja Gelombang 67 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Peringati Hari Buruh, SP PLN Soroti soal Keselamatan Kerja hingga Transisi Energi

Whats New
Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Cara Pasang Listrik Baru melalui PLN Mobile

Work Smart
Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Bicara soal Pengganti Pertalite, Luhut Sebut Sedang Hitung Subsidi untuk BBM Bioetanol

Whats New
Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Bahlil Dorong Kampus di Kalimantan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Nasional

Whats New
Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Luhut Sebut Starlink Elon Musk Segera Meluncur 2 Minggu Mendatang

Whats New
Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek Sedang Dikaji, MTI Sebut Tak Perlu Diberi Subsidi PSO

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com