Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BUMN Gemar Minta Suntikan Dana, tetapi "Malas" Setor Dividen

Kompas.com - 03/10/2016, 18:19 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah anggota Komisi XI DPR kembali mengkritik kebiasaan badan usaha milik negara (BUMN) yang gemar meminta suntikan dana penyertaan modal negara (PMN), tetapi tidak diimbangi dengan kegemaran menyetorkan dividen kepada negara.

Anggota Komisi XI DPR, Anna Muamawah, meminta kepada pemerintah untuk membuat semacam kontrak dengan BUMN yang mendapatkan PMN.

"Untuk BUMN yang kondisinya sehat, seharusnya ada dong kontrak mengenai berapa persen dividen yang akan disetor," ujar Anna saat rapat kerja dengan Menteri Koordinator Perekonomian di Gedung DPR, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Menurut ia, setoran dividen BUMN harusnya setara dengan suntikan dana yang diberikan negara. Oleh karena itu, ia menilai perlu adanya komitmen BUMN memberikan setoran kepada negara.

Kritik pedas juga mengalir dari anggota Komisi XI lainnya, yakni Jhony Plate. Menurut dia, pemberian suntikan dana PMN harus diikuti dengan peningkatan kinerja operasional dan keuangan BUMN itu sendiri.

Ia tidak ingin kasus PT Merpati terjadi pada BUMN yang meminta PMN. Beberapa tahun silam, Merpati terus mendapatkan suntikan dana dari pemerintah untuk bisnisnya.

Namun, kata Jhony, suntikan dana tidak diikuti oleh perbaikan kinerja manajemen. "Kalau terus diinjeksi tetapi tidak ada perbaikan dari sisi kinerja manajemen, maka akan terus minta PMN ke negara," ujar Jhony.

Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2016, total setoran dividen BUMN ditargetkan sebesar Rp 34,2 triliun. Adapun total PMN yang diberikan sebesar Rp 44,38 triliun.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan 'Daya Tahannya'

Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, Sri Mulyani: Indonesia Terus Tunjukan "Daya Tahannya"

Whats New
“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

“Wanti-wanti” Mendag Zulhas ke Jastiper: Ikuti Aturan, Kirim Pakai Kargo

Whats New
Astra Honda Motor Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Astra Honda Motor Buka Lowongan Kerja untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Jadwal Lengkap Perjalanan Ibadah Haji 2024

Jadwal Lengkap Perjalanan Ibadah Haji 2024

Whats New
Kasus SPK Fiktif Rugikan Rp 80 Miliar, Kemenperin Oknum Pegawai yang Terlibat

Kasus SPK Fiktif Rugikan Rp 80 Miliar, Kemenperin Oknum Pegawai yang Terlibat

Whats New
Laba Bersih Avrist Assurance Tumbuh 18,3 Persen pada 2023

Laba Bersih Avrist Assurance Tumbuh 18,3 Persen pada 2023

Whats New
Mendag Zulhas Usul HET Minyakita Naik Jadi Rp 15.000 Per Liter

Mendag Zulhas Usul HET Minyakita Naik Jadi Rp 15.000 Per Liter

Whats New
Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Marak Modus Penipuan Undangan Lowker, KAI Imbau Masyarakat Lebih Teliti

Whats New
Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Vira Widiyasari Jadi Country Manager Visa Indonesia

Rilis
Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Ada Bansos dan Pemilu, Konsumsi Pemerintah Tumbuh Pesat ke Level Tertinggi Sejak 2006

Whats New
Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Peringati Hari Buruh 2024, PT GNI Berikan Penghargaan Kepada Karyawan hingga Adakan Pertunjukan Seni

Whats New
Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Kemenperin Harap Produsen Kembali Perkuat Pabrik Sepatu Bata

Whats New
IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

IHSG Naik Tipis, Rupiah Menguat ke Level Rp 16.026

Whats New
Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Warung Madura: Branding Lokal yang Kuat, Bukan Sekadar Etnisitas

Whats New
Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Ini Tiga Upaya Pengembangan Biomassa untuk Co-firing PLTU

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com