Rabu, 3 September 2014

Ekonomi / Makro

Indonesia Harus Waspadai Perlambatan Ekonomi China

Jumat, 26 Juli 2013 | 17:28 WIB
Shutterstock Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com
- Indonesia harus mewaspadai perlambatan pertumbuhan ekonomi China.  Ekonom DBS Eugene Leow menyatakan, perlambatan ekonomi China bisa mempengaruhi perekonomian Indonesia. 

China selama ini adalah mitra dagang utama Indonesia. Negara Tirai Bambu itu menampung kira-kira 10 persen ekspor Indonesia. "Perubahan dalam perekonomian China tentu akan berdampak nyata dan langsung terhadap Indonesia," kata Leow di Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Pemerintah, sebutnya, harus menyiapkan kebijakan untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia, lanjut dia, harus beranjak dari kegiatan impor sektor primer berupa komoditas dan mulai masuk ke sektor sekunder seperti manufaktur, konstruksi, dan produksi. Upaya ini penting demi mempertahankan pertumbuhan ekonomi Indonesia agar di atas 6 persen.

Menurutnya, perlambatan ekonomi di China disebabkan dua hal, yakni besarnya beban anggaran negara dan adanya pembatasan likuiditas perbankan. Karenanya dalam kebijakan impor, China lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas. Ini berarti China akan semakin meningkatkan pembelian barang setengah jadi atau barang jadi ketimbang bahan baku.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor : Erlangga Djumena