Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub Butuh Rp 6,4 Triliun untuk Bangun Jalur Rel Ganda

Kompas.com - 05/02/2014, 14:55 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membutuhkan dana sebesar Rp 6,4 triliun dalam dua tahun ke depan untuk membangun setidaknya 3 proyek pembangunan infrastruktur perkeretaapian.

Proyek tersebut adalah pembangunan jalur ganda (double track) kereta api antara Manggarai-Jatinegara, Manggarai-Bekasi, dan Bekasi-Cikarang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Leon Muhammad mengatakan proyek-proyek double track tersebut ditargetkan rampung dalam 2 tahun hingga tahun 2016. Permasalahan pembebasan lahan, kata dia, sudah tidak ada lagi.

"Untuk proyek double track Manggarai-Jatinegara kita perlu Rp 2,4 triliun, kemudian Jatinegara-Bekasi kita butuh Rp 1,46 triliun, Bekasi-Cikarang kita butuh Rp 2,5 triliun. Semua Rp 6,4 triliun," kata Leon di Kantor Kemenkeu, Rabu (5/2/2014).

Lebih lanjut, Leon mengatakan, ke depan pihaknya kemungkinan akan tetap menggunakan sukuk sebagai metode pembiayaan. Namun, metode lain bisa saja digunakan asalkan dapat menguntungkan.

"Sukuk kan baru tahun ini, tahun 2014. Tahun 2015 itu kita butuh lagi Rp 1,22 triliun untuk di Manggarai-Jatinegara. Nanti kegiatannya nanti belum ada keputusannya ada uangnya atau tidak," jelas dia.

Seperti diberitakan, pemerintah membiayai 3 proyek infrastruktur Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama dengan metode sukuk negara dengan nilai Rp 1,57 triliun. Proyek yang dibiayai adalah revitalisasi dan pembangunan asrama haji serta pembangunan jalur double track antara Cirebon-Kroya dan Manggarai-Bekasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

Kinerjanya Banyak Dikeluhkan di Medsos, Berapa Gaji PNS Bea Cukai?

Work Smart
Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Whats New
Kinerja Pegawai Bea Cukai 'Dirujak' Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Kinerja Pegawai Bea Cukai "Dirujak" Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Whats New
Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Whats New
Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Work Smart
Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Investasi Aman, Apa Perbedaan SBSN dan SUN?

Work Smart
Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Harga Bahan Pokok Minggu 28 April 2024, Harga Daging Ayam Ras Naik

Whats New
SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

SILO Layani Lebih dari 1 Juta Pasien pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Bulog Diminta Lebih Optimal dalam Menyerap Gabah Petani

Whats New
Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Empat Emiten Bank Ini Bayar Dividen pada Pekan Depan

Whats New
[POPULER MONEY] Sri Mulyani 'Ramal' Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

[POPULER MONEY] Sri Mulyani "Ramal" Ekonomi RI Masih Positif | Genset Mati, Penumpang Argo Lawu Dapat Kompensasi 50 Persen Harga Tiket

Whats New
Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Ketahui, Pentingnya Memiliki Asuransi Kendaraan di Tengah Risiko Kecelakaan

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com