Soal Iklan "Peralihan," Telkomsel dan XL Axiata Akan Patuhi Aturan - Kompas.com

Soal Iklan "Peralihan," Telkomsel dan XL Axiata Akan Patuhi Aturan

Kompas.com - 11/09/2014, 11:24 WIB
KONTAN/ Muradi XL Axiata

JAKARTA --
 Dua raksasa telekomunikasi Indonesia, Telkomsel dan XL Axiata menyatakan menghormati  Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) yang menolak praktik intrusive advertising  (iklan peralihan) yang dilakukan Telkomsel dan XL Axiata.

Dua operator tersebut menyatakan sedang melakukan diskusi internal di perusahaan masing-masing menyikapi penolakan tersebut.

"Pada dasarnya kami menghormati sikap idEA dan IDA tersebut dan berupaya agar ada titik temu ke depannya mengenai hal ini. Telkomsel akan selalu patuh pada hukum dan ketentuan yang berlaku termasuk dalam hal iklan digital ini," kata Denny Abidin, GM External  Corporate Communications Telkomsel, Kamis (11/9/2014).

Sementara GM Eksternal Corporate Communication XL, Tri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya berharap ada kesamaan pendangan antara XL dengan asosiasi soal layanan bisnis advertising.

"Secara prinsip XL akan mematuhi aturan dan undang-undang yang berlaku, termasuk mengenai layanan mobile advertising," jelas wanita yang akrab disapa Ayu ini.

Sebelumnya sebanyak 39 situs anggota idEA dan 21 situs anggota IDA yang menyatakan keberatan dan menyerukan penghentian praktik intrusive advertising.

"Penayangan iklan ini dilakukan tanpa izin dan kerja sama dengan pemilik situs. Padahal, pengguna mempersepsikan pemilik situs atau media online sebagai pihak yang menayangkan dan bertanggung jawab atas semua iklan yang tayang di situs tersebut," papar Ketua Umum idEA Daniel Tumiwa.

Menurutnya, praktik iklan ini mengganggu kenyamanan dalam mengakses informasi. Pengguna Internet pun tidak diberikan opsi untuk menolak atau menerima penayangan iklan tersebut.

Iklan peralihan ini umumnya mempunyai dua bentuk, yakni interstitial ads dan offdeck ads. Jenis yang pertama biasanya ditayangkan dalam satu layar penuh sebelum pengguna masuk ke halaman situs yang dituju. Sementara itu, offdeck ads merupakan format iklan yang disisipkan di bagian atas halaman sebuah situs. (hendra gunawan)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorErlangga Djumena

Close Ads X