Marwan: Jalankan Program Padat Karya untuk Optimalkan Dana Desa - Kompas.com

Marwan: Jalankan Program Padat Karya untuk Optimalkan Dana Desa

Kompas.com - 12/01/2016, 13:59 WIB
Dok Unas Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Jumat (20/11/2015), memberikan kuliah umum bertema "Peran Aktif Mahasiswa dalam Implementasi Undang-undang Nomor 6 tahun 2014". Kegiatan tersebut berlangsung di kampus Universitas Nasional, Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar mengatakan akan terus mendorong para kepala desa dan masyarakat desa agar segera memakai dana desa dengan menjalankan program padat karya, terutama membangun infrastruktur maupun program-program berbasis potensi lokal desa. 

"Dana desa harus segera digunakan untuk program padat karya yang dapat menggerakkan ekonomi desa. Saya tidak akan bosan mengajak para kades dan masyarakat untuk segera memakai dana itu dengan program padat karya, terutama dengan membangun infrastruktur desa," ujar Marwan, Selasa (12/1/2015).

"Termasuk membuat badan usaha milik desa agar potensi ekonomi desa tergarap maksimal. Jangan ragu-ragu apalagi takut memakai dana desa,'' tambahnya.

Sebelumnya, Minggu (10/1/2015), Marwan bertatap muka dengan 600 kepala desa dan perangkat desa se-Gorontalo. Pada pertemuan itu dia mengajak para kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat agar segera menjalankan program padat karya.

"Misalnya dengan membangun infrastruktur desa yang memanfaatkan tenaga lokal desa, menggunakan bahan-bahan baku dari desa, dan manfaatnya pun harus bisa disarakan semua masyarakat desa," kata Marwan.

Dia menambahkan, dana desa merupakan amanat Undang-undang Desa dan telah menjadi komitmen pemerintahan Jokowi-JK untuk meningkatkan jumlah dana desa. Ke depan, ia berharap masyarakat bisa melakukan berbagai inovasi dengan memanfaatkan dana itu sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Marwan mengingatkan, anggaran dana desa 2016 mencapai Rp46,9 triliun. Angka itu naik dibanding tahun 2015 sebesar Rp20,76 triliun.

Di Provinsi Gorontalo dana tersebut telah terserap 100 persen. Jumlah dana desa tahun 2015 di provinsi tersebut mencapai Rp179,9 miliar yang terbagi ke 657 desa, 69 kecamatan, dan 5 kabupaten. Rata-rata desa menerima Rp274 juta dana desa tahun 2015.

Marwan melanjutkan, jika seluruh desa bekerja cepat menggunakan dana desa dengan basis potensi lokal, maka dana tersebut akan cepat terserap dan tidak kembali ke pusat. Dana desa akan berputar di desa dan dapat menghidupkan perekonomian pedesaan.

"Kalau ekonomi desa bergerak positif, tentu akan mampu mendongkrak perekonomian nasional," ujarnya.

Beberapa contohnya adalah Desa Huntu Barat, Bone Bolango, Gorontalo. Desa tersebut berhasil menjalankan program padat karya dengan membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) perikanan air tawar. Badan usaha tersebut juga telah memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Huntu Barat.

"Penyerapan dana desa sangat cepat dan sudah seratus persen. Hasilnya terlihat dengan terbangunnya kolam-kolam perikanan air tawar yang langsung memberi pemasukan bagi masyarakat desa. Ini menjadi contoh bagus bagi desa-desa lainnya," ujarnya.

EditorLatief
Komentar
Close Ads X