Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

Jokowi Minta G20 Komitmen Pada Perdagangan Bebas

Senin, 5 September 2016 | 20:09 WIB
Sekretariat Kabinet Presiden Joko Widodo saat mengikuti Sesi I KTT G20 2016, di HIEC, Hangzhou, RRT, Minggu (4/9) sore waktu setempat. (Foto: Setpres/Laily)

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo meminta negara-negara G20 berkomitmen pada semangat perdagangan bebas.

Permintaan itu bukanlah tanpa sebab. Jokowi melihat banyak negara-negara G20 yang menerapkan kebijakan proteksi perdagangan.

Kebijakan itu di antaranya adalah dalam bentuk tarif atau nontarif. Kebijakan itu justru bertolak belakang dengan semangat perdagangan bebas sekaligus merugikan negara-negara berkembang.

"Banyak kebijakan perdagangan dari negara-negara maju dilakukan dengan mengorbankan negara-negara berkembang," ujar Jokowi saat berbicara di KTT G20, Hangzhou, Tiongkok, sebagaimana dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (5/9/2016).

Seharusnya, lanjut Jokowi, antarnegara harus memperkuat sistem perdagangan multilateral yang terbuka, namun tetap seimbang.

Hal itulah yang akan merangsang pertumbuhan ekonomi di tiap-tiap negara. Jokowi ingin perdagangan antarnegara tidak dibatasi kebijakan aturan negara masing-masing.

"Hal itu bertujuan untuk memastikan aturan yang jelas dan nondiskriminatif serta membangun keadilan bagi negara-negara berkembang," ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi juga menyerukan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah di negara-negara berkembang diberikan kesempatan untuk terhubung dengan rantai nilai global dan berperan dalam perekonomian dunia.

Jokowi mencontohkan UMKM di Indonesia yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian tanah air. Bahkan, boleh dibilang menjadi tulang punggungnya.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : M Fajar Marta