Kamis, 30 Maret 2017

Ekonomi

Presiden: Perekonomian Harus Terus Ditingkatkan

Jumat, 17 Maret 2017 | 19:16 WIB
KOMPAS.com/Yohanes Kurnia Irawan Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutan dalam peresmian PLBN Aruk di Kabupaten Sambas (17/3/2017)

Keyword Photo : SAMBAS, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat berada di atas rata-rata nasional, yaitu sebesar 5,23 persen.

"Tinggi ini (angkanya). Harus dipertahankan dengan kerja keras oleh seluruh masyarakat," ujar Jokowi dalam sambutannya saat peresmian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (17/3/2017).

Meski demikian, ujar Jokowi, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati, karena saat ini perekonomian global dunia mengalami perlambatan dan penurunan.

"Kita dengan susah payah, segala jurus kita keluarkan agar ekonomi kita tidak turun, dan alhamdullilah pada tahun 2016 yang lalu (perekonomian) kita tumbuh 5,02 persen," ujarnya.

Jokowi menambahkan, saat ini Indonesia masuk dalam tiga besar negara terbaik dalam pertumbuhan ekonomi setelah India dan China.

"Ini yang sering kita lupa untuk mensyukuri, pertumbuhannya bisa dipertahankan dengan baik, tapi masih saja banyak yang demo," katanya disambut gelak tawa para undangan.

Selain itu, sambung Jokowi, ia juga memerintahkan kepada Menteri Keuangan untuk melihat dan mempersiapkan visi 100 tahun Indonesia merdeka pada tahun 2045.

Hal tersebut ia maksudkan untuk memprediksi akan seperti apa negara Indonesia pada saat itu. "Hitungan yang diberikan kepada saya, ada tiga menteri yang saya suruh hitung, hitungannya sama semuanya. Insyaallah pada tahun 2045 pendapatan domestik bruto (PDB) kita berada pada angka 9,1 triliun dollar AS atau setara dengan Rp 120.000 triliun," ungkapnya.

Berdasarkan penghitungan tersebut, pendapatan perkapita diperkirakan juga akan mengalami peningkatan dari 3.450 dollar AS menjadi 29.000 dollar AS.

"Artinya, jika kita bekerja keras, pada 2045 kita akan betul-betul berada pada posisi Indonesia emas," paparnya

Penulis: Kontributor Pontianak, Yohanes Kurnia Irawan
Editor : M Fajar Marta
TAG: