Sabtu, 25 Maret 2017

Ekonomi

Harga Aneka Cabai Turun Serempak

Senin, 20 Maret 2017 | 15:40 WIB
KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Ilustrasi cabai rawit

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Spudnik Sujono mengatakan saat ini harga aneka jenis cabai tengah alami penurunan harga.

Menurut Spudnik, penurunan harga cabai terkait perbaikan produksi cabai akibat cuaca yang membaik dan pengetatan jalur distribusi oleh pihak Kepolisian dan Kementan.

"Dengan cuaca membaik dan produksi (aneka cabai) semakin normal, dan semuanya (harga) memang cenderung turun," ujar Spudnik di Kantor Direktorat Jenderal Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, posisi harga cabai memang cenderung turun di berbagai daerah, namun, pihaknya juga terus berupaya agar harga cabai tidak terus menurun dan mencapai harga terendah atau anjlok.

"Tetapi ini juga jangan sampai harga cabai terjun bebas, dan kami juga mengawal, menjaga di lapangan," tambah Spudnik.

Berdasarkan data Ditjen Hortikultura di Pasar Induk Jakarta untuk harga cabai rawit merah pada 19 Maret 2017 sebesar Rp 71.000 per kilogram, mengalami penurunan dibandingkan pada 12 Maret 2017 sebesar Rp 90.000 per kilogram.

Harga cabai merah keriting pada 19 Maret 2017 sebesar Rp 23.000 per kilogram, mengalami penurunan dibandingkan pada 12 Maret 2017 sebesar Rp 17.000 per kilogram.

Harga cabai merah besar pada 19 Maret 2017 sebesar Rp 22.000 per kilogram, mengalami penurunan dibandingkan pada 12 Maret 2017 sebesar Rp 20.000 per kilogram.

(Baca: Harga Cabai Rawit Merah Berangsur Turun di Pasar Induk Kramat Jati)

Menurut Spudnik, saat ini hukum ekonomi seperti kebutuhan dan pasokan tidak lagi semata-mata menjadi faktor penggerakan harga cabai.

"Jadi tentu semua berpengaruh, dulu kalau lihat teori hukumnya pasokan dan kebutuhan, tetapi saat ini tata niaga juga menentukan, termasuk iklim ekstrim pun mempengaruhi," pungkasnya.

Kompas TV Adakah Mafia Dibalik Mahalnya Cabai?



Penulis: Pramdia Arhando Julianto
Editor : Aprillia Ika
TAG: