Dirut: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan dari Kinerja Keuangan Garuda - Kompas.com

Dirut: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan dari Kinerja Keuangan Garuda

Kompas.com - 16/06/2017, 10:09 WIB
KOMPAS.com/ MOH NADLIR Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala N Mansury.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia Tbk kembali dalam sorotan. Hal ini terkait dengan merahnya laporan keuangan perseroan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury menuturkan sebenarnya tidak ada yang dikhawatirkan dari kinerja keuangan Garuda Indonesia. Justru yang perlu diperbaiki adalah dari sisi operasional maskapai.

"Struktur keuangan Garuda Indonesia baik dan sehat. Jadi kami punya likuiditas yang masih baik, tingkat utang juga masih rendah untuk saat ini," ujar Pahala kepada Kompas.com, Rabu (14/6/2017).

(Baca: Rizal Ramli: Saya Enggak Mau Selametin Garuda Lagi...)

Pahala menyebutkan saat ini debt to equity ratio (DER) atau rasio utang terhadap kuitas masih di bawah 2,5 persen. Angka tersebut termasuk konservatif. Di industri perbankan, rasio DER yang bisa diterima tidak melampaui 3 persen.

"Debt to equity ratio Garuda di bawah 2,5 kali. Biasanya kalau di bank itu di bawah 3 kali. Kalau mau konservatif di bawah 2,5 kali. Dari sisi itu, Garuda tidak ada masalah. Yang justru diperlukan adalah perbaikan dari sisi operasional, yang juga berpengaruh terhadap kinerja keuangannya," lanjut dia.

Pada kuartal I 2017, Garuda Indonesia mencatatkan kerugian sebesar 98,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,31 triliun (kurs 13.300). Pada periode yang sama tahun sebelumnya, maskapai ini mencatatkan laba 1,02 juta dollar AS.

Kerugian yang terjadi pada kuartal I 2017 lalu disebabkan oleh beberapa hal. Antara lain, karena kenaikan harga bahan bakar avtur.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan rugi karena sedikitnya jumlah penumpang yang diangkut. Hal ini sejalan dengan siklus tahunan sepinya penumpang di kuartal I.

Ada beberapa rute penerbangan baik domestik maupun mancanegara mengalami kerugian akibat sedikitnya jumlah penumpang. Setidaknya ada 10-20 rute dalam daftar yang tengah dikaji oleh pihak maskapai mengenai keberlanjutannya.

EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM