Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sentimen Investor Indonesia Merosot

Kompas.com - 14/11/2013, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -Sentimen investasi di Indonesia merosot sepanjang kuartal III lalu, dibandingkan periode tiga bulanan sebelumnya. Manulife Financial Indonesia mencatat, indeks sentimen investor Tanah Air turun hampir setengahnya menjadi 38 dari 60.

Penurunan terbesar adalah sentimen investasi di saham dan reksadana, yang memasuki area negatif. Keduanya bernilai -20 dan -14.

"Temuan survei menggarisbawahi, kekhawatiran investor di wilayah ini akan keadaan ekonomi, pasar, dan lapangan kerja," kata Robert A. Cook, Presiden dan Chief Executive Officer (CEO) Manulife Financial untuk wilayah Asia. Beberapa tantangan ekonomi antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), harga barang, dan kenaikan bunga acuan.

Alhasil, investor tidak mencari instrumen yang berisiko dan hanya mengharapkan hasil investasi yang aman dan stabil. "Dana tunai menjadi pilihan utama dana Indonesia," kata Putut Endro Andanawarih, Direktur Pengembangan Bsinis PT Manulife Aset Manajemen.

Ini terlihat dari porsi dana tunai dan deposito dalam portofolio kocek investor meningkat tajam menjadi 48 persen dari sebelumnya 28 persen. "Apalagi, perbankan berebut dana nasabah dan menawarkan kenaikan bunga simpanan di periode semester kedua ini," kata Putut.

Meski begitu, survei bertajuk Manulife Investor Sentiment Index (MISI) ini justru mencatat, para investor lebih kekurangan uang tunai. Sebanyak 64 persen responden merasa tidak memiliki dana tunai yang cukup.

Sebanyak 18 persen dana tunai digunakan untuk membayar kebutuhan sehari-hari dan biaya tidak terduga. Porsi yang sama dialokasikan untuk pendidikan anak.

Selanjutnya, 17 persen untuk simpanan masa pensiun. Sisanya disimpan untuk biaya pengobatan masa depan, membeli rumah, dan kebutuhan besar lainnya. "Ini memperlihatkan sebagian besar dana investor yang ditujukan untuk jangka menengah panjang ditempatkan di deposito," kata Putut.

Meski khawatir dengan masa depan, investor terlihat mencari investor berisiko relatif rendah.

Dengan kegiatan keuangan ini, responden yang yakin bisa mencapai masa depan keuangan sesuai tujuan hanya 51 persen. Porsi responden yang optimis turun dibanding kuartal I yang sebesar 70 persen dan kuartal kedua sebesar 64 persen.

MISI adalah survei yang dilakukan Manulife pada 500 responden kelas menengah. Klasifikasi investasi dana tunai atau tabungan, rumah, properti lain, investasi pendapatan tetap, reksadana, dan saham. Survei di Indonesia dilakukan di Jakarta, Surabaya, dan Medan. (Sanny Cicilia)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

BRI Bakal Ambil Langkah Hukum soal Konten Ajakan Tarik Uang dari Bank

Whats New
Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Soal Uang Hilang di Tabungan, Ekonom Sebut Perbankan Punya Pengawasan Ketat

Whats New
PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

PetroChina Dinilai Konsisten Tingkatkan Kompetensi Perajin Batik dan Dorong Literasi di Jambi

Whats New
Wamen BUMN: Emas Bukan Aset 'Sunset'

Wamen BUMN: Emas Bukan Aset "Sunset"

Whats New
Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Peleburan 7 BUMN Karya Ditargetkan Rampung September 2024

Whats New
Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Relaksasi Harga Gula Akan Berakhir, Pengusaha Ritel Berharap Stok Terjamin

Whats New
Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Komitmen Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri Perkuat Peran Mandiri Agen

Whats New
Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Resmikan The Gade Tower, Wamen BUMN: Jadi Simbol Modernisasi Pegadaian

Whats New
Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Kemenperin Kasih Bocoran soal Aturan Impor Ban

Whats New
Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Pengusaha Ritel: Pembatasan Pembelian Gula Bukan karena Stok Kosong

Whats New
Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Luhut Minta Penyelesaian Lahan di IKN Tak Rugikan Masyarakat

Whats New
Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Prudential Indonesia Rilis Produk Asuransi Kesehatan PRUWell, Simak Manfaatnya

Whats New
Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Kunjungi IKN, Luhut Optimistis Pembangunan Capai 80 Persen pada Agustus 2024

Whats New
Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Wamendes PDTT: Urgensi Transmigrasi dan Dukungan Anggaran Perlu Ditingkatkan

Whats New
IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

IDSurvey Tunjuk Suko Basuki sebagai Komisaris Independen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com