Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kemenhub Diminta Segera Putuskan Batas Atas Tarif Penerbangan

Kompas.com - 06/02/2014, 09:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -
Indonesia Nasional Air Carriers Association (Inaca) meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk segera memutuskan tarif batas atas harga tiket pesawat. Pasalnya, sudah hampir enam bulan, Kemenhub belum juga menentukan sikapnya.

Ketua Umum Inaca Arif Wibowo di Jakarta kemarin mengatakan, pelaku usaha penerbangan tidak akan mempersoalkan mengenai daya beli masyarakat yang akan menurun jika tarif batas atas sudah diputuskan.

"Tidak apa-apa, itu akan ada peak day, batas atas akan dialami akan di periode-periode peak,"paparnya di Jakarta, Rabu (5/2/2014).

Dia yakin, jika penetapan tarif batas atas telah disepakati dan telah diputuskan oleh pemerintah, maka masyarakat dengan sendirinya akan terbiasa dengan kenaikan tarif batas atas tersebut.

Sebab, kenaikan tarif batas atas hanya dilakukan di periode-periode tertentu saja. "Kalau mereka akan jalan, pasti jalan, Kalau hari biasa maskapai juga ga akan pakai batas atas," tambahnya.

Oleh karena itu, sambungnya lagi, Inaca sangat berharap jika pemerintah dapat cepat memutuskan kenaikan batas atas tersebut. Adapun, Inaca sendiri berkeinginan kenaikan itu pun sekitar 20 persen. "Sesuai dengan depresiasi kurs, kita idealnya 20 persen," ungkapnya.

Inaca juga menilai  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dinilai lamban dalam menentukan batas atas harga tiket. Hal tersebut terlihat dari pergerakan kurs nilai tukar rupiah terhadap dolar yang telah melewati Rp 10.000 per lembarnya.

Padahal  saat ini pelaku usaha penerbangan hampir 70 persen cost operasionalnya dipengaruhi oleh dollar AS. Oleh karena itu, isu pergerakan kurs masih menjadi isu utama dalam dunia penerbangan di Indonesia. "Airlines itu harus dinamis dalam melakukan pricing kita masih tertahan oleh batas atas," jelasnya lagi.

Masih kata dia, dengan belum melakukannya penetapan batas atas harga yang tiket pesawat ini, membuat maskapai penerbangan domestik mengalami masa sulit. Adapun, kata dia, para manajemen maskapai penerbangan domestik selalu mencari solusi guna menutupi kesulitan tersebut.

"Ini kan sudah hampir enam bulan dibicarakan, tapi belum juga diputuskan. Ini harus direspon dengan baik kalau mau menolong airlines domestik," tambahnya.

Direktur Utama Citilink Indonesia itu juga mengatakan, hampir seluruh maskapai domestik mengalami kesulitan lantaran belum juga diputuskan tarif batas atas tersebut. Dirinya menilai, pemerintah dalam hal ini Kemenhub lamban dalam menentukan sikapnya.

"Apa susahnya tinggal putusin saja, mereka juga mengerti kok, semua airlines memang sedang mengalami kesulitan, tapi ada juga yang paling mengalami kesulitan," ungkapnya. (Hendra Gunawan)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Gempa Garut, Kereta Cepat Whoosh Tetap Beroperasi Normal

Ada Gempa Garut, Kereta Cepat Whoosh Tetap Beroperasi Normal

Whats New
Akhirnya, Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk Alat Belajar SLB yang Tertahan Sejak 2022

Akhirnya, Bea Cukai Bebaskan Bea Masuk Alat Belajar SLB yang Tertahan Sejak 2022

Whats New
Sri Mulyani Minta Ditjen Bea Cukai Perbaiki Layanan Usai 3 Keluhan Terkait Pelayanan Viral di Medsos

Sri Mulyani Minta Ditjen Bea Cukai Perbaiki Layanan Usai 3 Keluhan Terkait Pelayanan Viral di Medsos

Whats New
Menuju Indonesia Emas 2045, Pelaku Usaha Butuh Solusi Manajemen SDM yang Terdigitalisasi

Menuju Indonesia Emas 2045, Pelaku Usaha Butuh Solusi Manajemen SDM yang Terdigitalisasi

Whats New
Jadi Sorotan, Ini 3 Keluhan Warganet soal Bea Cukai yang Viral Pekan Ini

Jadi Sorotan, Ini 3 Keluhan Warganet soal Bea Cukai yang Viral Pekan Ini

Whats New
Perhitungan Lengkap Versi Bea Cukai soal Tagihan Rp 31 Juta ke Pembeli Sepatu Seharga Rp 10 Juta

Perhitungan Lengkap Versi Bea Cukai soal Tagihan Rp 31 Juta ke Pembeli Sepatu Seharga Rp 10 Juta

Whats New
Berapa Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Kemenkeu?

Berapa Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Kemenkeu?

Work Smart
Dukung 'Green Building', Mitsubishi Electric Komitmen Tingkatkan TKDN Produknya

Dukung "Green Building", Mitsubishi Electric Komitmen Tingkatkan TKDN Produknya

Whats New
Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Kemenhub Cabut Status 17 Bandara Internasional, Ini Alasannya

Whats New
Kinerja Pegawai Bea Cukai 'Dirujak' Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Kinerja Pegawai Bea Cukai "Dirujak" Netizen, Ini Respon Sri Mulyani

Whats New
Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Pembatasan Impor Barang Elektronik Dinilai Bisa Dorong Pemasok Buka Pabrik di RI

Whats New
Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Sukuk Wakaf Ritel adalah Apa? Ini Pengertian dan Karakteristiknya

Work Smart
Viral Mainan 'Influencer' Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Viral Mainan "Influencer" Tertahan di Bea Cukai, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Minggu 28 April 2024

Spend Smart
Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 28 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com