Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pencuri Listrik Tidak Hanya Perorangan, tetapi Juga Korporasi

Kompas.com - 04/05/2016, 17:00 WIB
Iwan Supriyatna

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Pencurian listrik yang terjadi di Indonesia bisa dilakukan oleh siapa pun yang memiliki keahlian mengakali sistem kelistrikan.

Keahlian mengakali sistem kelistrikan tersebut biasanya dimanfaatkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk menghindari besarnya tagihan pembayaran listrik.

Sebut saja Daeng Aziz yang belum lama ini sempat terseret kasus tagihan rekening listrik kafenya di salah satu tempat lokalisasi di Jakarta yang kini telah dibersihkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Temuan kejanggalan itu terjadi secara tidak sengaja ketika petugas PLN menertibkan listrik di kawasan lokalisasi tersebut.

"Daeng Aziz ini salah satu yang diduga melakukan pelanggaran aliran listik. Selain Daeng Aziz, ada juga lainnya yang melakukan pelanggaran," ujar General Manager PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Distribusi Jakarta, Syamsul, kepada wartawan di Kantor Pusat PLN Distribusi Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Syamsul juga mengatakan kalau korporasi atau perusahaan-perusahaan besar pun ada yang melakukan pencurian listrik.

Meski demikian, Syamsul tidak bisa menyebutkan secara gamblang nama-nama perusahaan apa saja yang melakukan pencurian listrik.

"Kami belum bisa mengeksposnya, antisipasi kalau kita takut salah sebut nama," tutur Syamsul menjawab pertanyaan Kompas.com.

Dikatakan Syamsul, untuk meminimalisasi kerugian negara akibat pencurian listrik, PLN dalam hal ini memiliki kewenangan untuk menentukan target operasi perorangan atau perusahaan apa saja yang terindikasi melakukan pencurian listrik.

"Kami memiliki kewenangan untuk menentukan target operasi," pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Permendag 8/2024 Terbit, Wamendag Jerry: Tidak Ada Lagi Kontainer yang Menumpuk di Pelabuhan

Permendag 8/2024 Terbit, Wamendag Jerry: Tidak Ada Lagi Kontainer yang Menumpuk di Pelabuhan

Whats New
[POPULER MONEY] Sri Mulyani Panjat Truk Kontainer di Tanjung Priok | BLT Rp 600.000 Tidak Kunjung Dicairkan

[POPULER MONEY] Sri Mulyani Panjat Truk Kontainer di Tanjung Priok | BLT Rp 600.000 Tidak Kunjung Dicairkan

Whats New
Segera Dibuka, Ini Progres Seleksi PPPK 2024

Segera Dibuka, Ini Progres Seleksi PPPK 2024

Whats New
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 68 Masih Dibuka, Simak Insentif, Syarat, dan Caranya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 68 Masih Dibuka, Simak Insentif, Syarat, dan Caranya

Work Smart
OJK Luncurkan Panduan Strategi Anti-Fraud Penyelenggara ITSK

OJK Luncurkan Panduan Strategi Anti-Fraud Penyelenggara ITSK

Whats New
3 Cara Transfer BRI ke BNI, Bisa lewat HP

3 Cara Transfer BRI ke BNI, Bisa lewat HP

Spend Smart
5 Cara Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan secara Online

5 Cara Cek Nomor Rekening Penipu atau Bukan secara Online

Whats New
Simak 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Pasutri LDM

Simak 5 Tips Mengelola Keuangan untuk Pasutri LDM

Earn Smart
Luhut Bilang, Elon Musk Besok Pagi Datang ke Bali, Lalu Ketemu Jokowi

Luhut Bilang, Elon Musk Besok Pagi Datang ke Bali, Lalu Ketemu Jokowi

Whats New
Sandiaga Soroti Pengerukan Tebing di Uluwatu untuk Resort, Minta Alam Jangan Dirusak

Sandiaga Soroti Pengerukan Tebing di Uluwatu untuk Resort, Minta Alam Jangan Dirusak

Whats New
Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM Bank Jateng

Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM Bank Jateng

Whats New
Toko Marine Hadirkan Platform untuk Tingkatkan 'Employee Benefit'

Toko Marine Hadirkan Platform untuk Tingkatkan "Employee Benefit"

Whats New
Cara Cetak Rekening Koran BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri via Online

Cara Cetak Rekening Koran BCA, BRI, BNI, dan Bank Mandiri via Online

Spend Smart
Daftar UMK Kota Surabaya 2024 dan 37 Daerah Lain di Jawa Timur

Daftar UMK Kota Surabaya 2024 dan 37 Daerah Lain di Jawa Timur

Whats New
Menhub Pastikan Bandara Juanda Surabaya Siap Layani Penerbangan Haji 2024

Menhub Pastikan Bandara Juanda Surabaya Siap Layani Penerbangan Haji 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com