Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bank Mayora Fokus Salurkan Kredit UMKM

Kompas.com - 29/12/2016, 06:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Mayora menyatakan komitmennya untuk tetap menyalurkan kredit kepada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan debitor yang bergerak di sektor perdagangan.

Direktur Utama Bank Mayora Irfanto Oeij menjelaskan, kedua sektor tersebut cenderung tak terlalu banyak mengalami gejolak.

"Kami akan tetap di UMKM dan perdagangan. Hampir sebagian besar adalah UMKM perdagangan. Sektor yang tidak banyak gejolak itu akan tetap kami fokuskan, karena kami bukan bank besar, kami tidak main yang besar," jelas Irfanto dalam acara media gathering Bank Mayora di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (27/12/2016) malam.

Irfanto mengungkapkan, pertumbuhan kredit Bank Mayora hingga saat ini mencapai 12 persen. Dengan demikian, Bank Mayora hingga bulan September 2016 sudah menyalurkan kredit mencapai Rp 3,4 triliun.

Dari angka tersebut, secara keseluruhan portfolio kredit yang disalurkan kepada UMKM mencapai 42 persen. Irfanto mengungkapkan, angka tersebut sedikit menurun dibandingkan 43 persen pada tahun 2015 lalu.

Irfanto pun menyatakan, selain UMKM, ada beberapa segmen yang disasar Bank Mayora dalam menyalurkan kredit. Ia menjelaskan, sektor tersebut antara lain perdagangan, rumah sakit, konsumsi, industri pendukung sektor otomotif, hingga alat-alat kesehatan.

"Portfolio kami di 2016 walaupun tumbuh 12 persen itu tidak terlalu bagus karena sebelumnya rata-rata bagus. Karena memang ekonomi juga sedang lesu," tutur Irfanto.

Dari sisi rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), Irfanto menjelaskan pada kuartal III 2016 NPL perseroan meningkat. Per September 2016, NPL Bank Mayora mencapai 1,8 persen dan diprediksi akan mencapai 2,5 persen pada akhir tahun 2016.

"Sekarang NPL cukup tinggi, tapi masih di bawah. Per September 2016 1,8 persen, di September 2015 3,2 persen. Buat kami, pertumbuhan NPL masih cukup tinggi, tapi tidak bisa dihindarkan karena NPL di beberapa bank cukup tinggi," tutur Irfanto.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tutuka Ariadji Lepas Jabatan Dirjen Migas, Siapa Penggantinya?

Tutuka Ariadji Lepas Jabatan Dirjen Migas, Siapa Penggantinya?

Whats New
Panen Jagung bersama Mentan di Sumbawa, Jokowi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Harga

Panen Jagung bersama Mentan di Sumbawa, Jokowi Tekankan Pentingnya Keseimbangan Harga

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Peritel Khawatir Bunga Pinjaman Bank Naik

Suku Bunga Acuan BI Naik, Peritel Khawatir Bunga Pinjaman Bank Naik

Whats New
Laba Bank-bank Kuartal I 2024 Tumbuh Mini, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Laba Bank-bank Kuartal I 2024 Tumbuh Mini, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Whats New
Bank Sentral AS Sebut Kenaikan Suku Bunga Tak Dalam Waktu Dekat

Bank Sentral AS Sebut Kenaikan Suku Bunga Tak Dalam Waktu Dekat

Whats New
Panduan Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM BRI Bermodal BRImo

Panduan Cara Tarik Tunai Tanpa Kartu ATM BRI Bermodal BRImo

Spend Smart
PMI Manufaktur April 2024 Turun Jadi 52,9 Poin, Menperin: Ada Libur 10 Hari...

PMI Manufaktur April 2024 Turun Jadi 52,9 Poin, Menperin: Ada Libur 10 Hari...

Whats New
Siapa Hendry Lie, Pendiri Sriwijaya Air yang Jadi Tersangka Korupsi Timah Rp 271 Triliun?

Siapa Hendry Lie, Pendiri Sriwijaya Air yang Jadi Tersangka Korupsi Timah Rp 271 Triliun?

Whats New
Inflasi Lebaran 2024 Terendah dalam 3 Tahun, Ini Penyebabnya

Inflasi Lebaran 2024 Terendah dalam 3 Tahun, Ini Penyebabnya

Whats New
Transformasi Digital, BRI Raih Dua 'Award' dalam BSEM MRI 2024

Transformasi Digital, BRI Raih Dua "Award" dalam BSEM MRI 2024

Whats New
Emiten Buah Segar BUAH Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun Tahun Ini

Emiten Buah Segar BUAH Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun Tahun Ini

Whats New
SYL Gunakan Anggaran Kementan untuk Pribadi, Stafsus Sri Mulyani: Tanggung Jawab Masing-masing Kementerian

SYL Gunakan Anggaran Kementan untuk Pribadi, Stafsus Sri Mulyani: Tanggung Jawab Masing-masing Kementerian

Whats New
Saat Sri Mulyani Sampai Turun Tangan Urusi Kasus Alat Tunanetra SLB yang Tertahan Bea Cukai

Saat Sri Mulyani Sampai Turun Tangan Urusi Kasus Alat Tunanetra SLB yang Tertahan Bea Cukai

Whats New
Emiten Manufaktur Kosmetik VICI Catat Pertumbuhan Laba Bersih 20 Persen Menjadi Rp 47,1 Miliar pada Kuartal I-2024

Emiten Manufaktur Kosmetik VICI Catat Pertumbuhan Laba Bersih 20 Persen Menjadi Rp 47,1 Miliar pada Kuartal I-2024

Whats New
Jalankan Fungsi Perlindungan Masyarakat, Bea Cukai Banten Berantas Peredaran Barang Ilegal

Jalankan Fungsi Perlindungan Masyarakat, Bea Cukai Banten Berantas Peredaran Barang Ilegal

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com