Selasa, 28 Maret 2017

Ekonomi

Menteri Susi dan Harta Karun Bersejarah di Kantornya

Selasa, 14 Maret 2017 | 07:57 WIB
Kompas.com/YOGA SUKMANA Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat berkeliling di Marine Heritage Gallery

JAKARTA, KOMPAS.com - Senin (13/3/2017), sekitar pukul 19.00 WIB, keriuhan belum juga surut menyelimuti lantai 2 Gedung Mina Bahari IV Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Meski sudah bukan jam kerja, sejumlah Duta Besar negara sahabat hadir satu per satu ke kantor yang baru diresmikan awal 2016 lalu itu.

Tentu saja, kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sendiri orang yang mengundangnya. Bagi Susi, malam ini adalah malam pembuktian untuk menunjukan bahwa Indonesia memiliki sejarah kekayaan bahari yang nyata.

Bagaimana tidak, ia memboyong sekitar 1.500 barang-barang yang memiliki nilai sejarah yang tidak ternilai ke kantornya.

Guci, kendi, piring, hingga mangkuk-mangkuk mulai abad ke-9 masehi kini berjejer rapih di Marine Haritage Gallery yang berada dilantai 2 Gedung Mina Bahari IV. Barang-barang itu merupakan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) dari sejumlah perairan di Indonesia.

Berangkat Dari Resah

Usai meresmikan galeri tersebut, Susi menuturkan bahwa alasan ia memboyong ribuan barang langka ke kantornya lantaran didasari oleh keresahan. Ia mengetahui banyak "harta karun" yang tidak dirawat bahkan dibiarkan pecah begitu saja.

"Ya saya sebagai Menteri Kelautan rasanya tidak ikhlas karena sejarah itu milik bangsa kan," ujarnya.

Bagi perempuan berusia 52 tahun itu, BMKT adalah bagian dari sejarah Indonesia yang layak diketahui oleh anak-anak bangsa. Tak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga generasi mendatang.

Oleh karena itu, ia berinisiatif menyediakan tempat yang layak dan aman untuk barang-barang peninggalan sejarah tersebut. Marine Haritage Gallery akan dibuka untuk umum.

Dengan begitu, masyarakat bisa ikut merasakan sebagian kecil dari kebesaran sejarah bahari yang bernama Indonesia.

"Nilainya tidak boleh dihitung dengan rupiah tapi nilai sejarah yang enggak ada nominalnya. Ini bagian dari bangsa kita," kata Susi.

Pesan untuk Kolektor

Secara khusus, Menteri Susi punya pesan kepada para kolektor barang-barang antik terutama yang berasal dari kapal-kapal yang tenggelam di Indonesia. Ia meminta para kolektor menghentikan praktik jual beli BMKT lantaran hal itu adakah praktik ilegal.

"Kolektor itu kan punya jiwa seni, menghargai nilai semestinya tidak melakukan pembelian secara ilegal," kata Susi.

Penyediaan galeri khusus barang-barang muatan kapal tenggelam oleh KKP diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan kolektor kepada pemerintah. Termasuk, menggugah para kolektor untuk mau menyerahkan atau meminjamkan barang koleksinya kepada pernerintah.

Dengan begitu, barang-barang yang memilki nilai sejarah itu bisa dikenalkan kepada anak-anak bangsa. Susi yakin, dengan cara itu maka anak-anak bangsa bisa lebih mengenal dan menghargai sejarah sebangsanya yang besar.

"Saya harap satu hari nanti kita punya gedung 10 lantai yang isinya artefak sejarah dari pada bangsa Indonesia. Tapi tentu saja butuh waktu," ucap Susi sembari tersenyum.

Penulis: Yoga Sukmana
Editor : Bambang Priyo Jatmiko
TAG: