Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semua Fraksi Komisi IV Akhirnya Ketok Palu RUU Perlindungan Nelayan

Kompas.com - 03/03/2016, 17:24 WIB
Yoga Sukmana

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Semua fraksi di Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akhirnya menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Penambak Garam pada sidang tingkat 1.

Setelah disetujui di tingkat 1, RUU Perlindungan Nelayan akan dibawa ke tingkat 2 yakni ke sidang paripurna dalam waktu dekat.

Namun, ada cerita unik dibalik persetujuan semua fraksi tersebut. Sebelumnya, terjadi perbedaan pendapat yang tajam antara Komisi IV dengan Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Perbedaan pandangan itu terkait Pasal 76 dan 77 dalam RUU tersebut. Menteri "nyentrik" ini menilai, Pasal 76 sudah mengakomodir Pasal 77.

"Saya melihat itu (pasal 76 dan 77) sama, Pak. Kalau kita mau buat Undang-undang itu jangan redundancy. Enggak mungkin Pak," ujar Susi di Ruang Rapat Komisi IV, Jakarta, Rabu (3/3/2016).

Pasal 76 berbunyi, semua peraturan perundang-undangan, yang mengatur perlindungan dan pemberdayaan nelayan, masih tetap berlaku sepanjang tidak melanggar UU. 

Sementara Pasal 77 berbunyi, semua peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan UU tersebut dinyatakan tidak berlaku.

Di sisi lain, sebanyak 10 fraksi di Komisi IV memiliki pandangan bahwa dua pasal tersebut tidak sama sehingga tetap perlu ada dalam RUU tersebut.

"Pasal 77 ini kami nyatakan penting. Pengalaman saya jadi Dirjen (Kementerian Kehutanan) 10 tahun, banyak menteri membuat PP (peraturan pemerintah) tapi melanggar Undang-undang. Ini untuk mengamankan teman-teman KKP," kata Anggota Fraksi Gerinda Darori Wonodipuro.

Dari berbagai pemandangan yang dikemukakan, setidaknya ada 10 Fraksi yang tetap menginginkan pasal 77 itu ada dalam RUU.

Namun setelah lobi, semua Fraksi dan Pemerintah setuju tetap mengakomodir poin yang ada di Pasal 77 itu. Namun, poin itu dilebur ke dalam salah satu pasal dalam RUU tersebut.


Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kurs Rupiah 13 Mei 2024 di Bank Mandiri hingga BRI

Kurs Rupiah 13 Mei 2024 di Bank Mandiri hingga BRI

Whats New
Perluas Pasar ke Kancah Global, Bea Cukai Lepas Ekspor Produk Tenggiri dan Tuna Senilai 239.000 Dollar AS

Perluas Pasar ke Kancah Global, Bea Cukai Lepas Ekspor Produk Tenggiri dan Tuna Senilai 239.000 Dollar AS

Whats New
Populasi Ikan Belida Terancam, KKP Lakukan Pendataan

Populasi Ikan Belida Terancam, KKP Lakukan Pendataan

Whats New
Staf Jokowi Bantah Mahalnya Harga Bawang Putih karena Harga Impor yang Tinggi dari China

Staf Jokowi Bantah Mahalnya Harga Bawang Putih karena Harga Impor yang Tinggi dari China

Whats New
Bank Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp 26,3 Miliar pada Kuartal I 2024

Bank Sampoerna Cetak Laba Bersih Rp 26,3 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Perumnas Bangun Hunian Modern di Cengkareng untuk Milenial

Perumnas Bangun Hunian Modern di Cengkareng untuk Milenial

Whats New
Kemenkes Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Usia 45 Tahun Bisa Daftar

Kemenkes Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Usia 45 Tahun Bisa Daftar

Whats New
Miliarder-miliarder Dunia Ini Raup Kekayaan dari Cokelat dan Permen

Miliarder-miliarder Dunia Ini Raup Kekayaan dari Cokelat dan Permen

Earn Smart
Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Dihapus, Pemerintah Ganti Jadi KRIS

Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Dihapus, Pemerintah Ganti Jadi KRIS

Whats New
Cegah Kecelakaan Bus Tak Berizin Terulang, Ini Sederet Catatan untuk Pemerintah

Cegah Kecelakaan Bus Tak Berizin Terulang, Ini Sederet Catatan untuk Pemerintah

Whats New
Fortress Pintu Baja Dukung Synergy Golf Party 2024

Fortress Pintu Baja Dukung Synergy Golf Party 2024

Rilis
10 Kota Terkaya di Dunia, 4 Ada di Asia

10 Kota Terkaya di Dunia, 4 Ada di Asia

Whats New
Ikan Bilih Danau Singkarak Terancam Punah, KKP Siapkan Aturan Pengelolaannya

Ikan Bilih Danau Singkarak Terancam Punah, KKP Siapkan Aturan Pengelolaannya

Whats New
Anniversary Ke-15, AUDY Dental Perkenalkan Logo Baru dan Beri Apresiasi kepada Karyawan dan Dokter

Anniversary Ke-15, AUDY Dental Perkenalkan Logo Baru dan Beri Apresiasi kepada Karyawan dan Dokter

Whats New
Australia Hadapi Krisis Perumahan, Ini Penyebabnya

Australia Hadapi Krisis Perumahan, Ini Penyebabnya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com